Deret Saham Berpeluang Cuan Saat Pasar Dibayangi Tren Pelemahan

9 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 157,65 poin atau minus 2,19 persen di level 7.026 pada Kamis (2/4) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp12,79 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,58 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah tiga hari, sementara satu hari sisanya menguat. Tak heran, performa indeks tercatat melemah 1,92 persen sepanjang pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mencatat selama periode tanggal 30 Maret sampai dengan 2 April 2026 kemarin perdagangan saham bursa ditutup bervariasi.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 1,69 persen dari Rp12.516 triliun menjadi Rp12.305 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian turut mengalami penurunan yakni sebesar 8,62 persen dari 28,31 miliar menjadi 25,87 miliar lembar saham.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 36,69 persen dari Rp23,33 triliun menjadi Rp14,77 triliun.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami kenaikan yakni sebesar 3,08 persen dari 1,73 juta kali transaksi menjadi 1,78 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp813,51 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp38,83 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (2/4).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (6/4) akan bergerak melemah dengan kisaran support di level 6.924 dan resistance 7.118.

Ia menjelaskan tekanan pasar dipengaruhi oleh meningkatnya transparansi BEI terkait kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada emiten big caps seperti BREN dan DSSA.

Kondisi ini berpotensi memicu respons negatif investor akibat proses repricing serta kekhawatiran terhadap likuiditas, terlebih jika terjadi arus keluar dana asing menyusul potensi dikeluarkannya kedua saham tersebut dari indeks MSCI.

Di sisi global, risiko juga meningkat seiring peluang eskalasi konflik di Iran setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana serangan terbaru. Situasi ini berpotensi mendorong kenaikan harga energi, memicu inflasi, dan memperlambat laju penurunan suku bunga.

"Pasar akan dipengaruhi beberapa sentimen, termasuk transparansi kepemilikan saham dan potensi eskalasi konflik global. Hal ini dapat berdampak pada harga energi, inflasi, hingga arah suku bunga," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (5/4).

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Bumi Serpong Damai Tbk atau BSDE yang ditutup menguat 2 persen ke posisi 765 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BSDE dapat menyentuh level 815 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atau CPIN yang ditutup menguat 2,41 persen ke posisi 4.250 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi CPIN dapat menyentuh level 4.530 pada pekan ini.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan tren koreksi dalam waktu dekat dengan level support di 7.000 dan resistance di 7.050. Menurutnya, pergerakan IHSG saat ini masih dibayangi oleh sentimen eksternal dan domestik.

Dari global, konflik di kawasan Timur Tengah yang belum mereda terus menekan psikologis pasar. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati rilis data HSC yang diumumkan menjelang libur, yang turut memengaruhi arah pergerakan indeks.

"Kami perkirakan IHSG rawan melanjutkan koreksi, dengan sentimen utama dari konflik Timur Tengah dan rilis data HSC," ujar Herditya.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk atau INDY yang ditutup menguat 2,40 persen ke level 3.410 pada pekan lalu. Ia memproyeksi INDY dapat menyentuh level 3.710 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk atau VKTR yang ditutup di level 775 pada pekan lalu. Ia memproyeksi VKTR dapat menyentuh level 920 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau WIFI yang ditutup di level 2.130 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan WIFI dapat menyentuh level 2.700 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

[Gambas:Video CNN]

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi