CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 06:47 WIB
Ilustrasi. Berbuka dengan kurma, yang memiliki banyak manfaat kesehatan. (iStockphoto/MuhammadAlimaki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Saat azan magrib berkumandang, banyak orang memilih membatalkan puasa dengan tiga butir kurma. Selain mengikuti sunah, kebiasaan ini juga diyakini mampu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah seharian menahan lapar dan haus.
Namun, benarkah tiga kurma setara dengan satu piring nasi?
Pakar teknologi pangan Ambar Rukmini, yang juga merupakan dosen Program Studi Teknologi Pangan di Universitas Widya Mataram Yogyakarta, menjelaskan bahwa satu butir kurma rata-rata memiliki berat sekitar delapan gram dengan kandungan energi sekitar 23 kilokalori (kkal).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, seorang mengonsumsi tiga butir kurma untuk membatalkan puasa, secara cepat sudah mengonsumsi sekitar 70 kkal yang setara dengan sepiring nasi," kata Ambar mengutip website kampus tersebut.
Menurut Ambar, sekitar 96 persen kandungan kalori kurma berasal dari karbohidrat, sementara sisanya terdiri dari 3 persen protein dan 1 persen lemak. Karbohidrat sederhana dalam kurma membuat energinya cepat diserap tubuh.
Inilah alasan mengapa setelah menyantap kurma saat berbuka, tubuh terasa lebih bugar dalam waktu singkat. Energi yang semula turun akibat puasa seharian bisa segera terisi kembali.
Jika diurai lebih rinci, setiap 100 gram kurma (sekitar 13 butir) mengandung 299 kkal energi, 63,35 gram gula, 8 gram serat, 2,45 gram protein, 0,39 gram lemak, 2 miligram natrium, serta 656 miligram kalium.
Dengan angka tersebut, tiga butir kurma memang memberikan asupan energi yang signifikan untuk tahap awal berbuka, meski tentu saja porsi dan jenis nasi yang dibandingkan bisa berbeda-beda dari sisi total kalori.
Kaya vitamin dan antioksidan
Tak hanya soal kalori, kurma juga mengandung beragam vitamin. Dalam 100 gram kurma terdapat 9 IU vitamin A, 0,05 miligram vitamin B1, 0,06 miligram vitamin B2, dan 1,2 miligram vitamin B3. Kurma juga mengandung vitamin C dalam jumlah cukup tinggi.
Kombinasi vitamin A dan C berperan sebagai antioksidan yang membantu melawan radikal bebas di dalam tubuh. Artinya, manfaat kurma bukan hanya sekadar mengganjal perut saat berbuka.
"Saya mengategorikan kurma merupakan makanan yang baik untuk dikonsumsi setiap hari, tidak hanya saat menjalankan ibadah puasa saja," ujar Ambar.
Keunggulan lain dari kurma adalah kandungan serat polifenol. Serat ini memang tidak dicerna tubuh, tetapi berperan penting dalam memperlancar sistem pencernaan.
Serat membantu membuat lambung dan usus lebih 'bulky', sehingga gerak peristaltik menjadi lebih teratur. Kondisi ini membantu penyerapan zat gizi berlangsung lebih optimal.
Dengan pencernaan yang terjaga, risiko konstipasi atau sembelit bisa ditekan. Ambar juga menyebut konsumsi kurma berpotensi membantu mencegah kanker kolon (usus besar), ambeien, serta membantu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol.
Selain itu, kurma mengandung mineral penting seperti kalsium dan magnesium. Keduanya berperan dalam menjaga kontraksi otot, fungsi jantung, dan sistem saraf.
Magnesium juga diperlukan dalam proses pembentukan energi, struktur tulang, serta DNA. Sementara kalsium berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi serta membantu mengurangi peradangan.
Jadi, setara atau tidak?
Secara hitungan energi awal, tiga kurma memang dapat menyumbang sekitar 70 kkal yang cukup untuk 'menghidupkan' kembali tubuh setelah puasa. Namun, menyamakannya dengan sepiring nasi perlu dilihat dari porsi dan jenis nasi yang dimaksud.
Tapi yang jelas, kurma adalah pilihan tepat untuk berbuka karena energinya cepat diserap dan kaya nutrisi. Tak heran jika tradisi tiga kurma tetap bertahan, bukan hanya karena anjuran, tetapi juga karena alasan ilmiah di baliknya.
(tis/tis)

2 hours ago
1
















































