Bulog: Warga Sulsel Jangan Khawatir, Beras Aman 7 Bulan ke Depan

4 hours ago 2
Petani Padi (Foto: Ilustrasi)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah lumbung beras nasional utama dengan surplus signifikan, di bawah Jawa Timur yang menempati rengking teratas.

Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mencatat realisasi serapan beras dari petani telah mencapai 250 ribu ton dari target tahunan. Optimisme Bulog pun kian menguat seiring masa panen raya yang akan segera tiba di lumbung padi utama wilayah Bugis dan sekitarnya.

Hingga akhir Maret 2026, Bulog Sulselbar telah berhasil menyerap sekitar 39 persen dari target total 700 ribu ton beras untuk tahun 2026.

"Tren serapan akan meningkat drastis dalam beberapa pekan ke depan seiring bergesernya musim panen ke daerah-daerah sentra produksi," kata Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sulsel dan Sulbar, Fahrurozi di Makassar, Selasa (31/3/2026).

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sulsel dan Sulbar, Fahrurozi

Menurutnya, panen padi telah berlangsung di wilayah bagian selatan seperti Gowa, Maros, dan Takalar. Namun, kontribusi terbesar diperkirakan baru akan mengalir pada April, ketika panen raya dimulai di kawasan yang dikenal sebagai lumbung padi Sulawesi Selatan.

“Nanti di akhir bulan Maret ini baru daerah Bosowasi seperti Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Pinrang akan panen raya. Itu pekan pertama April mulai panen. Termasuk beberapa wilayah di Bone. Ini adalah daerah dengan produksi terbesar, sehingga serapan kita akan terdongkrak signifikan,” jelasnya.

Lebih jauh Fahrurozi mengungkapkan, proses panen diprediksi akan berlanjut ke wilayah Luwu Raya pada akhir April hingga awal Mei. Pola panen yang bertahap ini diyakini akan memudahkan Bulog dalam menjaga stok sekaligus menyerap gabah petani secara optimal.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi