Jakarta, CNN Indonesia --
Roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion milik NASA bersiap meluncur dari Kennedy Space Center, Florida, dalam misi bersejarah Artemis II yang akan membawa manusia kembali mengelilingi Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972. Jika sesuai jadwal, roket ini akan meluncur pada Rabu (1/4).
Menjelang hitung mundur, NASA menyatakan cuaca 80 persen mendukung untuk peluncuran pada Rabu malam. Misi ini akan membawa empat awak mengorbit Bulan selama 10 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat orang awak itu yakni astronaut NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronaut Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen. Dalam misi ini, mereka akan melakukan perjalanan melampaui sisi jauh Bulan.
Perjalanan ini berpotensi mencetak rekor baru sebagai jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi rekor saat ini dipegang oleh misi Apollo 13.
Misi ini juga akan mencatat sejarah sebagai penerbangan luar angkasa pertama di luar orbit Bumi rendah yang melibatkan seorang astronaut berkulit berwarna, seorang wanita, dan seorang astronaut Kanada. Namun, misi Artemis II tidak akan mendarat di permukaan Bulan.
Lantas, kenapa misi kali ini tidak mendaratkan manusia di Bulan?
"Jawaban singkatnya adalah karena misi ini tidak memiliki kemampuan tersebut. Ini bukanlah pendarat Bulan," kata Patty Casas Horn, wakil kepala bidang Analisis Misi dan Penilaian Terpadu di NASA, mengutip CNN, Senin (30/3).
"Sepanjang sejarah NASA, segala sesuatu yang kami lakukan memang sedikit berisiko, dan oleh karena itu kami ingin memastikan bahwa risiko tersebut masuk akal, serta hanya menerima risiko yang memang harus kami terima, dalam batas yang wajar. Jadi, kami mengembangkan kemampuan, lalu mengujinya, kemudian mengembangkan kemampuan lagi, lalu mengujinya. Dan kami pakan sampai pada tahap mendarat di Bulan, tetapi Artemis II sebenarnya lebih berfokus pada awak misi," lanjutnya.
Misi perdana tanpa awak selama 25 hari dari program ini, Artemis I, diluncurkan pada November 2022 dan mengorbit Bulan. Penerbangan yang akan datang akan menandai pertama kalinya manusia berada di dalam pesawat ruang angkasa Artemis.
Kapal ruang angkasa Orion akan mengangkut para astronaut mengelilingi Bulan, dan roket SLS akan meluncurkan kapal ruang angkasa tersebut ke orbit Bumi sebelum awak melanjutkan perjalanan ke ruang angkasa jauh.
"Sekarang, dengan empat awak manusia di dalamnya, kami akan menguji banyak kemampuan baru yang belum ada pada misi Artemis I," kata Horn.
"Misalnya, kami harus menjaga stabilitas suhu wahana, karena para awak harus merasa nyaman. Namun, ketika Anda membawa manusia ke dalam pesawat ruang angkasa, kelembapan udara pun akan meningkat. Mereka juga membutuhkan makanan. Mereka membutuhkan air. Mereka membutuhkan toilet. Kami juga memiliki beberapa alat olahraga di Orion kali ini yang akan kami uji," lanjutnya.
"Prioritas NASA untuk Artemis II sudah jelas," tambah Horn.
Meski tak mendarat di Bulan, misi ini juga membawa tanggung jawab besar. Prioritas utama NASA adalah memastikan para astronaut nantinya dapat pulang kembali ke Bumi dengan selamat.
Kemudian, keamanan wahana antariksa jadi prioritas berikutnya. Setelah seluruh aspek keselamatan astronaut dan armada terjamin, misi difokuskan pada tujuan teknis,seperti menguji sistem navigasi, propulsi, dan sistem lain di dalam pesawat.
(wpj/dmi)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
3

















































