Celios Kritik Tambahan Rp100 Triniliun untuk Suntik Likuiditas Bank BUMN: Rp200 Triliun Kemarin Belum Ada Pengaruhnya ke UMKM

8 hours ago 2

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Direktur Eksekutif/Pendiri Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengkritik kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Terkait penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp100 triliun ke Bank BUMN.

“Menteri Keuangan baru aja mengumumkan tambahan Rp100 triliun untuk suntik likuiditas Bank BUMN atau Bank Himbara,” kata Bhima dikutip dari Instaram Celios, Senin (30/3/2026).

Dia menanyakan kebijakan serupa sebelumnya. Purbaya, diketahui telah menggguyur Rp200 triliun kepada Bank BUMN.

“Pertanyaannya, Rp200 triliun kemarin, belum ada pengaruhnya ke kredit UMKM,” ujarnya.

Namun hingga kini, menurutnya dampaknya tak signifikan. Pertumbuhan kredit UMKM per Januari 2026 di angka kontraksi 0,5 persen.

“Kalau spesifik, kredit modal UMKM turunnya 4,8 persen secara tahunan. Kredit modal kerja ini, biasanya digunakan UMKM untuk beli bahan baku,” jelasnya.

“Nah segmen usaha kecil, kreditnya minus 1,1 persen. Jadi sebenarnya, uang dari suntikan likuditas, larinya ke sektor apa?” sambungnya.

Dia berspekulasi, suntikan likuitas ratusan triliun itu memang tak diperuntukkan untuk Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Tapi ke korporasi.

“Ternyata, data yang sama, yang naik tajam itu pertumbuhan kredit ke korporasi, 15,2 persen. Indikasinya buat refinancing alias ganti kredit lama ke kredit baru,” ujarnya.

Hasilnya, uang tersebut tidak berputar ke ekonomi masyarakat bawah.

“Bank di sisi yang lain juga pusing, karena kredit yang tidak tersalurkan alias undisbursed loan itu masih banyak. Terakhir ada 2.506 triliun atau seperempat total kredit,” imbuhnya.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi