Jakarta, CNN Indonesia --
Mayoritas mata uang di kawasan ASEAN melemah terhadap dolar AS sejak awal 2026. Di Indonesia misalnya, rupiah menyentuh level psikologis dan mencatat level tertinggi sepanjang sejarah baru.
Pelemahan mata uang negara-negara ini tidak lepas dari kondisi geopolitik global dan kinerja dalam negerinya masing-masing.
"Sentimen umum global yang positif gagal dimanfaatkan rupiah yang masih dalam tekanan berbagai faktor, termasuk harga minyak yang tinggi, outflow, dan fundamental domestik yang rapuh," kata Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, nilai tukar rupiah mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah pada level Rp17.142 per dolar AS pada pukul 10.40 WIB, Selasa (14/4). Kala itu mata uang Garuda ini tercatat turun 37 poin atau 0,22 persen dari posisi pembukaan awal.
Pada hari sebelumnya, level penutupan terendah rupiah berada pada level Rp17.090 dan pergerakan harga dalam satu hari perdagangan yang sama (intraday) bervariasi sekitar Rp17.130 per dolar AS.
Namun, pelemahan rupiah ini lebih baik dibandingkan yang mata uang kip Laos. Berdasarkan data sejak awal tahun atau year to date (ytd), depresiasi mata uang di ASEAN paling dalam dirasakan oleh Laos.
Berikut daftar 5 mata uang di ASEAN terlemah sejak Januari-April 2026:
1. Laos
Mengutip Trading Economic, Kamis (16/4), kip Laos melemah sekitar 2,9 persen (ytd). Kondisi ini menjadikannya sebagai mata uang yang paling tertekan di ASEAN sejak awal tahun lalu. Penyebabnya, inflasi tinggi, utang luar negeri hingga cadangan devisa yang menipis.
2. Indonesia
Rupiah melemah sekitar 2,3 persen (ytd). Saat ini posisinya berada di atas Rp17 ribu per dolar AS. Penyebabnya, penguatan dolar AS, capital outflow besar-besaran di pasar hingga sentimen fiskal.
3. Filipina
Peso Fillipina terpantau melemah 0,5 persen (ytd). Dibandingkan dengan Indonesia dan Laos, depresiasinya jauh lebih baik.
Sentimen penyebab pelemahan Peso adalah arus modal keluar (outflow) yang juga besar dan kondisi global. Sedangkan, kondisi ekonominya cukup meyakinkan investor.
4. Kamboja
Mata uang riel Kamboja terpantau melemah 0,2 persen (ytd). Kondisi ini relatif stabil dibandingkan tekanan negara ASEAN lainnya.
Pendorongnya, dominasi dolar yang masih cukup besar dalam perekonomian dalam negerinya.
5. Malaysia
Ringgit Malaysia terpantau ikut melemah, meski sangat tipis yakni 0,1 persen (ytd). Posisi yang jauh sekali lebih baik dari Laos dan Indonesia.
Posisi ringgit Malaysia bisa dibilang moderat atau stagnan, karena pelemahan utamanya dipengaruhi oleh global seperti fluktuasi harga komoditas. Sedangkan, kondisi perekonomian domestiknya cukup kuat.
(ldy/pta)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
5














































