Dalam Sehari, Trump Copot Jaksa Agung dan 3 Jenderal AS, Ada Apa?

10 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan perombakan besar di jajaran pemerintahan dan militer dalam sehari, Kamis (2/4) waktu setempat. Ia memecat Jaksa Agung hingga tiga jenderal Angkatan Darat AS.

Trump memecat Jaksa Agung Pam Bondi. Keputusan tersebut diumumkan melalui akun Truth Social miliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip CNN, Trump dalam pernyataannya menyebut, Wakil Jaksa Agung Todd Blanche akan menggantikan Bondi sebagai pelaksana tugas.

"Bondi akan beralih ke pekerjaan baru yang sangat dibutuhkan dan penting di sektor swasta," kata Trump.

Ia juga memuji Bondi sebagai sosok yang loyal.

"Ia setia melayani saya sebagai Jaksa Agung selama setahun terakhir. Pam melakukan pekerjaan luar biasa dalam mengawasi penindakan besar-besaran terhadap kejahatan di seluruh negeri kita," ujarnya.

Namun, sejumlah sumber menyebut pemecatan itu dipicu kekecewaan Trump terhadap kinerja Bondi, terutama dalam menangani polemik dokumen kasus Jeffrey Epstein.

"Trump merasa frustrasi dengan Bondi dalam berbagai hal, termasuk penanganannya terhadap dokumen Jeffrey Epstein," ujar sumber tersebut.

Di hari yang sama, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga memecat tiga jenderal Angkatan Darat di tengah konflik dengan Iran.

Mereka adalah Kepala Staf Angkatan Darat Randy George, Kepala Korps Chaplain William Green Jr., serta Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan David Hodne.

Seorang pejabat Pentagon menyebut George diminta untuk segera pensiun dari jabatannya. Juru bicara Pentagon Sean Parnell turut mengonfirmasi keputusan tersebut.

"Jenderal Randy A. George akan pensiun dari posisinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 efektif segera. Departemen Perang berterima kasih atas pengabdiannya selama puluhan tahun," ujar Parnell.

Pemecatan itu dilakukan di tengah meningkatnya konflik AS dengan Iran, setelah Trump memberi sinyal akan meningkatkan serangan militer.

Keputusan mendadak ini mengejutkan jajaran militer AS. Seorang pejabat menyebut, pimpinan Angkatan Darat baru mengetahui pencopotan tersebut bersamaan dengan pengumuman publik.

"Ini tidak terasa seperti keputusan yang dipikirkan dengan matang," kata pejabat tersebut.

Wakil Kepala Staf AD AS Jenderal Chris LaNeve kemungkinan besar akan menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Staf Angkatan Darat AS.

(lau/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi