Jakarta, CNN Indonesia --
Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) meninjau langsung kesiapan fasilitas dan kualitas pelayanan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar, Bali. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh operasional di lapangan berjalan sesuai standar demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
Kunjungan lapangan bermula di SPBU COCO 51.801.30 Denpasar Timur pada Minggu (31/5). Peninjauan kemudian berlanjut ke SPBU 54.80.115 di Jalan Raya Puputan dan SPBU 54.801.06 di Jalan By Pass Ngurah Rai pada Senin (1/6).
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menjelaskan bahwa Bali memegang peran strategis sebagai etalase pariwisata dunia. Oleh karena itu, kepastian stok BBM dan keandalan fasilitas di wilayah ini menjadi prioritas utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menginstruksikan para pengelola SPBU untuk menjaga kebersihan lingkungan operasional secara konsisten. Petugas gardu multi-produk diharapkan tetap menerapkan budaya senyum dan sapa guna meningkatkan kepuasan pelanggan.
Sementara itu, Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, menyoroti tingginya minat masyarakat lokal dalam menggunakan BBM non-subsidi. Berdasarkan pantauannya, jenis bahan bakar berkualitas seperti Pertamax seri terus diminati oleh pengendara roda dua maupun roda empat.
"Saya melihat langsung tadi, berbagai jenis kendaraan, seperti sepeda motor, juga mengantri untuk mengisi Pertamax dan Pertamax Turbo," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6).
Di samping fokus pada distribusi bahan bakar, pihak manajemen mendorong optimalisasi lahan komersial di area SPBU. Langkah inovatif ini diharapkan mampu mengubah SPBU menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang multifungsi.
"Mari lebih berinovasi lagi, kapitalisasi area-area yang masih memungkinkan, agar masyarakat berkunjung ke SPBU tidak saja untuk isi bahan bakar, tapi lebih banyak juga yang berbelanja, ngopi dan sebagainya," tambah Condro.
Menanggapi evaluasi tersebut, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembenahan. Seluruh masukan mengenai aspek keselamatan dan keandalan layanan energi akan segera ditindaklanjuti.
"Hal ini menjadi cambuk bagi kami di Regional Jatimbalinus untuk bekerja lebih baik saat ini dan di masa mendatang, guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," pungkas dia.
(rir)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
1
















































