Jakarta -
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini berada di atas Rp18 ribu menjadi perhatian banyak pihak. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku bisnis dan masyarakat umum, tetapi juga para musisi yang bergantung pada produk impor untuk menunjang pekerjaan mereka.
Salah satu yang ikut merasakan dampaknya adalah drummer Slank, Bimbim. Personel band legendaris Indonesia itu mengaku kenaikan dolar membuat berbagai kebutuhan musik menjadi semakin mahal.
Saat ditemui di markas Slank, Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (5/6), Bimbim menjelaskan bahwa sebagian besar perlengkapan yang digunakan musisi masih berasal dari luar negeri.
"Pasti semua kena dampak, termasuk alat musik. Senar, stick drum, dan kebutuhan lainnya yang impor semua naik harganya. Jadi ya, kita menjerit lah dolar naik," ujar pria bernama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi tersebut.
Menurut Bimbim, kondisi ini tidak hanya memengaruhi aktivitas bermusik, tetapi juga kehidupan sehari-hari keluarganya. Ia mengaku mulai merasakan kenaikan harga berbagai barang impor yang biasa dibeli untuk kebutuhan rumah tangga.
"Anak-anak kan suka belanja bahan-bahan impor, begitu lihat harganya, ya terasa sekali kalau rupiah sedang tidak ada harganya," tambah musisi berusia 59 tahun itu.
Meski biaya operasional semakin besar akibat pelemahan rupiah, Bimbim memastikan Slank tidak akan serta-merta menaikkan tarif manggung mereka.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini juga dirasakan oleh banyak pihak, termasuk penyelenggara acara yang ingin mengundang Slank tampil.
"Nggak mungkin menaikkan honor. Kasihan pihak yang ingin mengundang Slank," tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap Slank yang memilih tetap mempertimbangkan kondisi industri hiburan dan para promotor di tengah tekanan ekonomi yang sedang terjadi.
Selain membahas dampak ekonomi, Bimbim juga menyoroti kekhawatiran sebagian masyarakat yang mulai membandingkan situasi saat ini dengan krisis ekonomi yang terjadi pada 1998.
Namun, menurutnya, kondisi sekarang masih berbeda. Ia percaya gejolak sosial bisa diminimalkan selama masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan berekspresi.
"Selama seni, budaya, lagu, dan kebebasan berekspresi tidak dibungkam, saya rasa itu masih bisa menjadi katup penyeimbang untuk menenangkan masyarakat," jelas Bimbim.
Bagi Bimbim, karya seni dan musik memiliki peran penting sebagai sarana menyalurkan aspirasi publik tanpa harus berujung pada konflik yang lebih besar.
Musisi yang dikenal vokal dalam menyampaikan kritik sosial itu juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang demokrasi. Ia menilai masyarakat perlu diberi kesempatan untuk menyuarakan pendapat, termasuk melalui karya seni.
Bimbim kemudian mengenang masa-masa ketika dirinya dan Slank merasa kesulitan menyampaikan aspirasi pada periode tertentu di masa lalu.
"Kalau dulu kami sampai menarik bendera setengah tiang karena merasa dibungkam. Tapi kalau sekarang, selama kami masih bisa mengkritik lewat karya dan tidak harus teriak-teriak di jalan, situasi masih terjaga. Tapi kalau dilarang dan dibungkam, mungkin bisa meledak," pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, Bimbim berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah nyata untuk memperkuat kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas ekonomi yang terjaga akan membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga suasana tetap kondusif.
Dengan kondisi rupiah yang masih menjadi sorotan, Bimbim berharap masyarakat tetap memiliki ruang untuk berekspresi dan menyampaikan aspirasi secara damai melalui berbagai jalur, termasuk seni dan musik.
(yoa/yoa)
Loading ...

12 hours ago
5

















































