Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Direktur FBI James Comey hadir di pengadilan federal, sehari usai didakwa atas kasus unggahannya di media sosial yang dianggap mengancam Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Comey didakwa atas dua tuduhan, di antaranya mengancam nyawa presiden dan membuat ancaman lintas negara bagian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Reuters, dakwaan tersebut berkaitan dengan unggahan Comey di Instagram pada Mei tahun lalu, yang menunjukkan kerang yang disusun di pantai membentuk angka "86 47".
Angka "86" adalah istilah slang yang berasal dari industri restoran yang berarti "menyingkirkan" atau mengusir seseorang. Sementara angka 47 kemungkinan merujuk pada Trump, sebagai presiden ke-47 AS.
Dakwaan tersebut menyatakan bahwa bagi penerima pesan, unggahan Comey itu bisa ditafsirkan sebagai ancaman terhadap Trump.
Trump sendiri telah buka suara dan mengatakan bahwa ia menganggap "86" sebagai istilah mafia.
"Orang-orang menganggapnya sebagai sesuatu yang berhubungan dengan 'menghilang', tetapi mafia menggunakan istilah itu untuk mengatakan ketika mereka ingin membunuh seseorang," kata Trump pada Rabu (29/4).
Ketika ditanya apakah ia berpikir unggahan Comey itu membahayakan nyawanya, Trump menjawab, "Mungkin. Saya tidak tahu."
Comey telah menghapus unggahan itu tak lama setelah diunggah. Dia mengeklaim tidak menyadari bahwa angka tersebut dapat dikaitkan dengan kekerasan.
Dia mengatakan tidak bersalah dan akan melawan tuduhan tersebut di pengadilan.
Selama bertahun-tahun Trump telah mengkritik Comey atas perannya dalam penyelidikan FBI, terkait dugaan hubungan antara kampanye pertama Trump dengan pejabat Rusia pada 2016.
Kasus Comey sendiri banyak dikritik oleh para ahli hukum, yang mengatakan kasus ini kemungkinan besar melanggar perlindungan kebebasan berbicara berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
3














































