Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, akhirnya muncul ke permukaan menanggapi gencatan senjata yang telah disepakati Amerika Serikat (AS).
Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan Republik Islam Iran tidak menginginkan konflik dengan AS maupun Israel, namun tetap akan mempertahankan hak-haknya sebagai negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak mencari perang dan tidak menghendakinya," ujar Khamenei dalam pesan tertulis yang disiarkan melalui televisi pemerintah pada Kamis (9/4).
"Namun kami tidak akan mengorbankan hak-hak sahnya dalam kondisi apa pun, serta memandang seluruh kekuatan dalam poros perlawanan sebagai satu kesatuan," tambah dia.
Pernyataan itu dinilai berkaitan dengan situasi di Lebanon, di mana Israel masih terus melancarkan serangan ke sekutu Iran, yaitu Hizbullah.
Mengutip dari AFP, pernyataan itu disampaikan setelah Iran dan AS menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4).
Kesepakatan itu dinilai berpotensi akan membuka jalan menuju perundingan damai, setelah sebelumnya muncul ancaman eskalasi besar dari Presiden AS Donald Trump.
Khamenei juga mengingatkan warga Iran untuk tetap menyuarakan aksi di jalan meski gencatan senjata sementara diberlakukan.
"Suara Anda di ruang publik tanpa diragukan akan mempengaruhi hasil negosiasi," ujarnya.
Munculnya Mojtaba Khamenei ke publik menjadi sorotan. Sebelumnya, ia dikabarkan mengalami luka dalam serangan yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, pada 28 Februari.
Sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba memang belum pernah tampil langsung di hadapan publik.
Ia hanya menyampaikan pesan melalui pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah atau diunggah melalui akun media sosial.
Sementara itu, Trump sempat berspekulasi Mojtaba kemungkinan telah meninggal dunia. Namun, televisi pemerintah Iran menyatakan ia masih dalam pemulihan dan merilis sejumlah foto, tanpa penjelasan kapan gambar itu diambil.
Kondisi itu semakin memicu spekulasi terkait kesehatannya yang disebut kritis hingga diragukan kemampuannya untuk memimpin Iran.
Pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei--yang juga ayah dari Mojtaba--tewas dalam serangan gabungan AS-Israel ke Teheran pada akhir Februari lalu.
Serangan kolaborasi Paman Sam-Zionis itu memulai konflik makin panas di Timur Tengah. Sejak saat itu Iran membalas serangan ke Israel dan fasilitas terkait AS di negara-negara Teluk.
Hingga, AS-Israel dan Iran akan bernegosiasi dengan dimediasi Pakistan di Islamabad akhir pekan ini.
(rnp/kid)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1














































