Harga Minyak Meledak 2,3 Persen ke US$111 Usai Trump Ancam Iran

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia melonjak 2,3 persen ke US$111 pada perdagangan Senin (18/5) usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman ke Iran.

Trump memperingatkan Iran agar segera bergerak di tengah kebuntuan perundingan damai soal nuklir.

Kenaikan harga minyak juga dipicu level persediaan minyak yang sangat rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip oilprice.com, kontrak berjangka minyak mentah Brent melesat 2,32 persen menjadi US$111,64 per barel. Sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 2,85 persen menjadi US$108,30 per barel.

Kemarin, Trump melontarkan ancaman kepada Iran dalam unggahan di Truth Social, dengan mengatakan Teheran hampir kehabisan waktu.

"Untuk Iran, waktunya terus berjalan dan mereka harus bergerak CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT KRUSIAL!" tulis Trump.

Peringatan Trump itu menandakan kebuntuan dialog antara Washington dan Teheran terkait kesepakatan damai dan pembukaan kembali Selat Hormuz dapat memicu kembali konflik bersenjata.

Meski gencatan senjata rapuh tercapai pada April, ketegangan antara Iran dan AS masih berlanjut. Teheran tetap menutup sebagian besar jalur perairan Hormuz, sementara pemerintahan Trump terus memblokade pelabuhan Iran.

Sebelum perang Iran melawan agresi AS dan Israel pecah, Selat Hormuz dilalui hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan bulanan terbarunya memperingatkan persediaan minyak global menyusut pada laju rekor selama Selat Hormuz masih ditutup.

"Cadangan yang menyusut cepat di tengah gangguan yang terus berlanjut dapat menjadi pertanda lonjakan harga di masa depan," kata IEA dikutip CNBC International.

Menurut laporan Bank Swiss UBS pekan lalu, persediaan minyak dunia akan mendekati titik terendah sepanjang masa yakni 7,6 miliar barel pada akhir Mei jika permintaan minyak tetap sama dari bulan ke bulan.

[Gambas:Youtube]

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi