Harga Minyak Turun ke US$93,3 usai Muncul Harapan Damai AS-Iran

11 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia melandai pada perdagangan Jumat (29/5) di tengah harapan tercapainya kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Namun, pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang menyebut kedua negara sudah dekat dengan kesepakatan tetapi 'belum sampai tahap final telah menahan penurunan harga lebih dalam.

Mengutip Reuters, kontrak Brent untuk pengiriman Juli yang akan berakhir pada Jumat turun 35 sen atau 0,37 persen menjadi US$93,36 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 63 sen atau 0,71 persen ke level US$88,27 per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun kontrak Brent pengiriman Agustus yang lebih aktif diperdagangkan melemah 46 sen atau 0,50 persen menjadi US$92,24 per barel. Secara mingguan, harga minyak tercatat turun lebih dari 8 persen setelah Brent sempat menyentuh level terendah US$87,11 per barel, jauh di bawah posisi tertinggi pekan lalu di US$109,47 per barel.

Pergerakan harga minyak dalam beberapa sesi terakhir terpantau sangat fluktuatif. Kedua acuan minyak dunia bahkan sempat bergerak hingga US$6 per barel akibat sinyal yang saling bertentangan terkait potensi berakhirnya perang Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Pasar juga terus mencermati kemungkinan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur transit sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Meski begitu, lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut hingga kini masih jauh di bawah level normal sebelum perang.

Sumber Reuters menyebut AS dan Iran telah mencapai kesepakatan pada Kamis untuk memperpanjang gencatan senjata dan mencabut pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, Presiden AS Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan final, sementara media pemerintah Iran menyatakan kesepakatan itu belum sepenuhnya rampung.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington dan Teheran memang semakin dekat menuju kesepakatan.

"Kami belum sampai ke sana, tetapi sudah dekat. Saya tidak bisa menjamin kami akan sampai ke sana, tetapi saat ini saya merasa cukup optimistis," kata Vance kepada wartawan.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi