Heboh Wabah Virus Hanta, Minat Wisatawan Naik Kapal Pesiar Tetap Meningkat

4 hours ago 1

Jakarta -

Masyarakat tengah dihebohkan dengan wabah virus hanta yang belakangan jumlah kasusnya meningkat. Seperti diketahui, wabah virus hanta pertama kali heboh usai sejumlah pelancong yang menaiki kapal pesiar MV Hodius dilaporkan terjangkit virus ini.

Walaupun wabah virus hanta tengah meningkat di sejumlah negara, minat wisatawan untuk melakukan perjalanan menggunakan kapal pesiar justru semakin meningkat.

Berdasarkan data Cruise Lines International Association, tercatat industri kapal pesiar pada tahun 2025 melayani 37,2 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 7,5% dibanding tahun sebelumnya. Diperkirakan akan terus bertambah mendekati 42 juta pada 2028 mendatang.

Ritu Panesar, pendiri Travelopod mengatakan bahwa banyak wisatawan yang rela menggelontorkan USD30.000 atau Rp490 juta hingga USD50.000 atau Rp817 juta per orang, untuk melakukan perjalanan menggunakan kapal pesiar ke destinasi terpencil, salah satunya Antartika dan Arktik.


"Orang-orang mencari pengalaman yang terasa langka dan mengubah hidup. Mereka ingin mengunjungi tempat yang masih terasa alami dan belum tersentuh," ujar Ritu Panesar, pendiri Travelopod, dilansir dari DetikTravel, Selasa (12/5).

Walaupun begitu, dengan adanya wabah virus hanta di MV Hondius, membuat para wisatawan kini lebih sadar tentang risiko perjalanan ke daerah terpencil, yang tentunya jauh dari fasilitas medis.

"Wisatawan tahu ada ketidakpastian dalam perjalanan ekspedisi, tetapi destinasi seperti Antartika tetap memiliki permintaan tinggi meski ada risiko," ungkap Sahara Rose DeVore, Pendiri Travel Coach Network.

Sementara itu, Dan Richards selaku CEO Global Rescue mengatakan evakuasi medis di tengah laut menjadi tantangan terbesar. Apalagi, kapal ekspedisi tidak memiliki landasan helikopter untuk membantu membawa penumpang kritis segera menuju fasilitas kesehatan.

"Kalau sesuatu terjadi di laut lepas dan kapal berada lebih dari 150 mil dari daratan, bantuan yang bisa dilakukan sangat terbatas," jelasnya.

(kpr)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi