Netflix Digugat, Dituding Bikin Anak-anak Kecanduan Nonton

4 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 14:00 WIB

Netflix digugat gegara dianggap membuat penonton, terutama anak-anak, kecanduan menonton hingga mengumpulkan data pengguna tanpa persetujuan mereka. Netflix digugat gegara dianggap membuat penonton, terutama anak-anak, kecanduan menonton hingga mengumpulkan data pengguna tanpa persetujuan mereka. (Getty Images via AFP/MARIO TAMA)

Jakarta, CNN Indonesia --

Layanan streaming Netflix digugat di Texas, Amerika Serikat, gegara dianggap membuat penonton kecanduan, memata-matai warga, dan mengumpulkan data pengguna tanpa persetujuan mereka.

Gugatan tersebut diajukan oleh Ken Paxton yang merupakan Jaksa Agung Texas dari Partai Republik. Dalam gugatannya, ia menuding Netflix melanggar Undang-Undang Praktik Perdagangan Menipu Texas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gugatan yang diajukan pada 11 Mei di Pengadilan Distrik Texas di Collin County itu menuding Netflix telah merancang platformnya agar adiktif, termasuk melalui fungsi "putar otomatis".

Menurut gugatan, fitur tersebut diklaim "menciptakan aliran konten berkelanjutan yang dimaksudkan untuk membuat pengguna, termasuk anak-anak, menonton dalam jangka waktu yang lama."

Padahal yang fitur "putar otomatis" serupa juga dimiliki YouTube, Disney+, Hulu, Amazon Prime Video, Apple TV, dan HBO Max, seperti diberitakan Variety pada Senin (11/5).

Kemudian gugatan tersebut menuding Netflix selama bertahun-tahun mengatakan tidak akan memperkenalkan iklan sebagai bagian dari layanannya, tapi malah meluncurkan paket yang didukung iklan pada akhir 2022.

"Singkatnya, Netflix menjual langganan programnya sebagai jalan keluar dari pengawasan perusahaan teknologi besar: bayar bulanan, hindari pelacakan. Warga Texas mempercayai kesepakatan itu. Netflix melanggarnya - membangun sistem pengumpulan data yang justru ingin dihindari oleh pelanggan," tulis gugatan tersebut.

Gugatan tersebut bertujuan untuk menghentikan "pengumpulan dan pengungkapan data pengguna yang melanggar hukum" oleh Netflix, serta mewajibkan Netflix menonaktifkan pemutaran otomatis secara default pada profil anak-anak.

"Warga Texas akan terkejut mengetahui seberapa luas Netflix membagikan data mereka di jaringan gelap perusahaan teknologi periklanan besar. Tetapi berdasarkan hukum Texas, konsumen tidak boleh dibiarkan dalam kegelapan. Pengguna berhak atas kebenaran melalui pengungkapan yang jelas dan jujur," kata gugatan jaksa agung Texas tersebut.

"Namun Netflix menghasilkan miliaran dolar setiap tahun dengan diam-diam menerapkan strategi yang persis sama dengan yang secara publik mereka tolak untuk memikat konsumen sejak awal," tulis Paxton.

"Taktik tipu daya Netflix selama bertahun-tahun telah membawa perusahaan ini ke tempat yang mereka janjikan tidak akan pernah terjadi: membuat anak-anak dan keluarga kecanduan platformnya, menggali data dari pengguna tersebut, dan kemudian mengubah data tersebut menjadi informasi yang menguntungkan bagi raksasa periklanan global. Sederhananya, ini adalah perilaku menipu yang melanggar hukum Texas."

Merespons gugatan tersebut, Netflix mengatakan bahwa gugatan tersebut "tidak berdasar" dan didasarkan pada informasi yang "tidak akurat dan terdistorsi".

"Netflix menganggap privasi anggota kami dengan serius dan mematuhi undang-undang privasi dan perlindungan data di mana pun kami beroperasi," kata juru bicara Netflix dalam pernyataannya.

"Kami berharap dapat menanggapi tuduhan Jaksa Agung Texas di pengadilan dan menjelaskan lebih lanjut tentang kontrol orang tua yang ramah anak dan praktik privasi transparan kami yang terdepan di industri."

Meski membantah tuduhan tersebut, pihak Netflix tetap terbuka dengan gugatan yang dilayangkan Jaksa Agung Texas. Perusahaan tersebut juga bersedia menjalani proses persidangan.

"Kami menantikan kesempatan untuk menanggapi tuduhan Jaksa Agung Texas di pengadilan dan menjelaskan lebih lanjut mengenai kontrol orang tua ramah anak yang menjadi unggulan industri kami serta praktik privasi kami yang transparan."

(van/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi