Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia melalui forum "Indonesia Untapped and Frontier Resources: Scale, Strategy and Partnership" sebagai rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) yang digelar di Houston, Selasa (5/5) membawa optimisme ke ranah global. Momentum investasi energi saat ini diyakini berada pada titik yang sangat strategis, baik bagi investor maupun penyedia teknologi energi dunia.
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat (AS), Indroyono Susilo, menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat fondasi investasi melalui perbaikan regulasi, kepastian hukum, serta penyiapan wilayah kerja migas yang semakin kompetitif, termasuk mendorong kolaborasi global dalam pengembangan proyek strategis seperti Abadi Masela.
Dari sisi potensi, Senior Manager - Oilfield Development SKK Migas, Wilson Pariangan memaparkan bahwa Indonesia masih menyimpan peluang besar yang belum tergarap. Dari 128 cekungan migas yang ada, baru 20 yang berproduksi, sementara 43 masih dalam tahap eksplorasi dan 65 cekungan belum tersentuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan potensi mencapai 2,7 miliar barel minyak dan 39,35 TCF gas, serta 158 blok migas yang tersedia, Indonesia menawarkan peluang investasi yang nyata dengan sistem yang semakin kompetitif dan ramah investor," ujar Wilson.
Narasi peluang itu pun semakin kuat ketika dikaitkan dengan kemampuan eksekusi di lapangan. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza menyatakan bahwa Indonesia tidak hanya menawarkan potensi, tetapi juga telah membuktikan kemampuan untuk mengonversinya menjadi produksi nyata.
"Indonesia adalah frontier energy opportunity yang belum sepenuhnya tergarap, dan saat ini adalah momentum terbaik bagi investor untuk masuk. Kami tidak hanya bicara potensi, tetapi juga eksekusi," ujar Oki.
Hingga kini, Pertamina secara konsisten menunjukkan kinerja eksplorasi yang solid. Pada 2025, perusahaan melakukan pengeboran 20 sumur eksplorasi, dengan delapan di antaranya berhasil menemukan cadangan baru, tingkat keberhasilan yang mencerminkan kualitas data dan pendekatan teknologi yang digunakan.
"Dengan dukungan survei seismik 2.931 km (2D) dan 855 km² (3D), kami memastikan setiap langkah eksplorasi berbasis data yang kuat, sehingga memberikan tingkat keyakinan yang lebih tinggi bagi investor," lanjut Oki.
Selain itu, peluang investasi juga terletak pada peningkatan produksi dari aset eksisting. Implementasi teknologi seperti Chemical EOR, Thermal EOR, optimalisasi reservoir berkualitas rendah, serta program infill telah terbukti meningkatkan produksi di lapangan strategis seperti Blok Rokan.
"Ini merupakan peluang low risk, high value bagi investor. Aset eksisting kami masih menyimpan potensi besar yang dapat dioptimalkan melalui penerapan teknologi," tambah Oki.
Untuk itu, Pertamina secara aktif membuka ruang kolaborasi bagi penyedia teknologi energi global, khususnya dari AS, untuk berperan dalam peningkatan produksi migas Indonesia.
"Kami membuka peluang kolaborasi seluas luasnya bagi technology providers. Indonesia membutuhkan solusi teknologi mutakhir, baik untuk eksplorasi, peningkatan perolehan minyak, hingga pengelolaan reservoir kompleks. Ini adalah peluang besar untuk tumbuh bersama," katanya.
Peluang terintegrasi juga terbuka di sektor gas melalui penguatan infrastruktur yang menghubungkan Sumatra dan Jawa, serta optimalisasi pasokan dari Indonesia Timur sebagai pusat suplai nasional.
Di sisi lain, Indonesia turut menawarkan peluang investasi masa depan melalui pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan, dan berpotensi menjadi regional hub. Potensi energi panas bumi Indonesia yang mencapai 24 GW, terbesar di dunia, menjadi daya tarik dengan peluang pengembangan yang masih terbuka luas.
Dengan kombinasi potensi sumber daya yang besar, kebijakan yang semakin progresif, serta rekam jejak eksekusi yang teruji, Indonesia menegaskan kepada investor global bahwa peluang investasi hulu migas yang menjanjikan siap direalisasikan bersama mitra teknologi terbaik dunia.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
3

















































