Investigasi Keracunan Massal Santri di Jombang: Paket MBG Jadi Sorotan Publik

8 hours ago 5
Suasana depan IGD RS PKU Muahmmadiyah Jombang tempat puluhan santri dirawat akibat keracunan MBG.

FAJAR.CO.ID, JOMBANG -- Sebanyak 31 santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengalami mual, muntah, dan bahkan pingsan setelah mengonsumsi hidangan berbuka puasa pada Kamis malam, 5 Maret 2026.

Kejadian ini memicu respons cepat dari pihak pondok dan instansi terkait untuk memastikan penyebab dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Paket Makan Bergizi Tidak Sekadar Telur Asin

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Jombang, Deni Setiawan, menjelaskan bahwa paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima para santri bukan hanya berisi telur asin, melainkan juga roti, pisang, apel, pir, dan kacang. Paket ini didistribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Betek sebagai makanan tambahan bagi santri.

"Yang dikirim itu ada roti, kemudian pisang, buah apel, dan buah pir. Jadi bukan hanya telur asin saja," kata Deni di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, dilansir dari RadarJombang, Sabtu (7/3/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa telur asin termasuk yang diperbolehkan dalam program MBG karena tidak masuk dalam kategori Ultra-Processed Food (UPF) dan juga merupakan bagian dari pemberdayaan UMKM setempat.

"Telur asin itu diperbolehkan, karena bukan Ultra-Processed Food. Selain itu juga bagian dari pemberdayaan UMKM sekitar," jelasnya.

Reaksi Santri dan Tindakan Cepat Pihak Pondok

Pengasuh Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Mas Maulana Ulun atau Gus Ulun, memaparkan bahwa saat kejadian, para santri mengonsumsi nasi rawon yang dimasak oleh pihak pondok dan telur asin dari paket MBG.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi