Jakarta, CNN Indonesia --
Iran menolak usulan Amerika Serikat untuk gencatan senjata menyusul perang yang berkobar sejak 28 Februari.
Pejabat Iran yang enggak disebutkan namanya mengatakan usulan AS yang berisi 15 poin tak masuk akal dan maksimalis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bahkan tak indah di atas kertas," kata pejabat itu, dikutip Al Jazeera, Rabu (25/3).
Poin usulan AS di antaranya meminta Irna menghentikan pengayaan uranium, meminta seluruh material uranium Iran, dan membuka akses tanpa hambatan Selat Hormuz.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pemerintah enggan bernegosiasi dengan AS dan ingin melanjutkan perlawanan.
"Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan," kata Araghchi.
Lebih lanjut, Menlu itu mengatakan Iran bersedia negosiasi jika AS mau menghentikan seluruh perang secara permanen dan mengganti rugi kerusakan yang disebabkan Negeri Paman Sam.
Pejabat senior Iran di bidang keamanan juga mengatakan penyelesaian perang akan bergantung sepenuhnya pada syarat dan jangka waktu yang ditetapkan Teheran, bukan Washington.
Dia menegaskan Iran tak akan membiarkan Trump mendikte jalannya peristiwa dan menentukan nasib negara itu. Operasi pertahanan, kata dia, akan terus berlanjut hingga tuntutan terpenuhi.
"Iran akan mengakhiri perang ketika mereka memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syarat terpenuhi," kata pejabat itu kepada media pemerintah Iran, yang dikutip TRT World.
Berikut syarat lebih rinci yang diajukan Iran untuk gencatan senjata:
1. Penghentian pertempuran secara permanen dan penghentian pembunuhan terhadap pejabat
2. Jaminan tak ada perang lain terhadap Iran
3. Penghentian permusuhan secara menyeluruh di semua lini yang melibatkan kelompok-kelompok sekutu di kawasan Timur Tengah
4. Ganti rugi dan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan dalam perang saat ini
5. Pengakuan kedaulatan dan kendali Iran atas Selat Hormuz.
AS dan Israel menggempur Iran habis-habisan sejak 28 Februari. Operasi mereka menyebabkan kerusakan signifikan di negara Timur Tengah ini.
Iran lalu membalas dengan menyerang Israel dan aset militer AS di negara-negara Teluk. Hingga kini, perang masih terus berkobar.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1
















































