Jakarta, CNN Indonesia --
Israel membunuh komandan sayap bersenjata Hamas Brigade Al Qassam, Izz Al Din Al Haddad, dalam serangan pada Jumat (15/5).
Hamas mengonfirmasi wafatnya Al Haddad dan mengecam Israel atas "pembunuhan keji dan pengecut" tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan pada Sabtu (16/5), Hamas menyatakan Al Haddad tewas bersama istri dan anak perempuannya, serta sejumlah warga Palestina lainnya.
Menurut sumber medis, serangan Israel menargetkan kawasan perumahan Remal di barat Gaza City. Tiga warga Palestina tewas dalam serangan terhadap kendaraan sipil, dan empat orang lainnya tewas dalam serangan di sebuah bangunan.
Jurnalis Al Jazeera Ibrahim Al Khalili mengatakan serangan yang menewaskan Al Haddad sempat menyebabkan kepanikan karena kebakaran besar melanda gedung kawasan tempat tinggal tersebut hingga orang-orang berlarian.
Hamas menyebut pembunuhan Al Haddad menandai pelanggaran terbaru Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata, serta agresi berkelanjutan Negeri Zionis terhadap warga sipil tak bersalah.
"Ini menunjukkan pengabaiannya terhadap semua hukum dan konvensi internasional, dan kegagalannya dalam memaksakan realitas politik dan militer yang tidak mampu dicapainya dengan kekerasan," demikian pernyataan Hamas.
Gerakan Mujahidin Palestina dan sayap militernya, Brigade Mujahidin, mengecam serangan Israel dan menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya Al Haddad.
"Kami memuji pengorbanan besar dan perjuangan panjangnya, dan kami mengenang sejarah panjangnya dalam melawan musuh Zionis, memeranginya, hingga ia gugur sebagai martir," demikian pernyataan bersama mereka.
Para kelompok Mujahidin juga menegaskan "pembunuhan pengecut" semacam itu tidak akan "melemahkan tekad" kelompok perlawanan.
"Mereka tidak akan mampu menyelesaikan konflik, meskipun telah mengerahkan mesin perang dan melakukan pemusnahan selama lebih dari dua setengah tahun," demikian pernyataan Gerakan Mujahidin Palestina dan Brigade Mujahidin.
Desember lalu, Israel membunuh komandan senior Hamas, Raed Saad, yang saat itu wakil komandan Al Haddad, dalam serangan yang melukai setidaknya 25 orang.
Sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober tahun lalu, jumlah korban tewas akibat serangan Israel terus bertambah dan mencapai 870 orang. Jumlah korban luka sementara itu mencapai 2.543 orang.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, rumah sakit di seluruh Gaza terus menerima jenazah dan pasien luka-luka. Per Sabtu, ada 13 jenazah dan 57 korban luka yang datang ke berbagai rumah sakit.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
2















































