Tak Pandang Bulu ke Sekutu, Iran Sita Kapal China di Selat Hormuz

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menyita satu kapal keamanan China saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Beijing pada Kamis (14/5).

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan kapal Hui Chuan milik Sinoguards Marine Security disita Teheran saat kapal berada di dekat Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini merupakan penyitaan kapal keamanan swasta pertama oleh Iran sejak negara itu berperang dengan AS pada 28 Februari.

Menurut sejumlah pengamat, penyitaan kapal keamanan ini menunjukkan ketegasan Iran bahwa mereka tidak berkenan mengizinkan perlindungan bersenjata dilakukan di Selat Hormuz, bahkan untuk kapal-kapal yang berlayar atas nama China selaku pendukung global Teheran.

"Ini adalah cara untuk mengingatkan China siapa yang mengendalikan Selat Hormuz dan mereka bahkan tidak boleh berpikir untuk menyediakan keamanan mereka sendiri," kata direktur proram Timur Tengah dan Afrika Utara di lembaga think tank Chatham House, Sanam Vakil.

Kapal Hui Chuan yang disita Iran berlayar di bawah bendera Honduras. Kapal itu berlabuh tepat di luar Selat Hormuz, sekitar 38 mil laut di timur laut Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA).

Menurut pengakuan Sinoguards, mereka diminta memberikan dokumentasi dan mengizinkan inspeksi dilakukan oleh otoritas terkait di Iran.

Sinoguards menyediakan pengawalan bersenjata untuk melindungi kapal-kapal yang berlayar dari Fujairah dan lima lokasi lainnya di Asia dan Afrika.

Sinoguards didirikan pada 2013 oleh Mario Yun Zhou, yang mempelajari hukum pelayaran di Universitas Maritim Shanghai dan merupakan CEO perusahaan keamanan kontrak di Irak.

"Sinoguards beroperasi di bawah otorisasi negara bendera yang berlaku dan sesuai syarat aturan yang relevan dengan ruang lingkup operasionalnya," demikian pernyataan Sinoguards kepada WSJ.

Para analis mengatakan kapal asing jenis apa pun yang membawa senjata di dekat Iran pada masa perang akan menimbulkan kecurigaan oleh Teheran.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China menolak berkomentar mengenai penyitaan kapal ini. Ia hanya mengatakan tak ada awal kapal berkebangsaan China di atas Hui Chuan.

Seorang juru bicara perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa juga enggan memberikan pernyataan.

Dalam salah satu klaimnya, Sinoguards menekankan pihaknya tidak memiliki hubungan dengan pemerintah maupun militer mana pun, meskipun daftar kliennya mencakup beberapa kelompok bisnis besar dan penting secara politik yang dimiliki pemerintah China.

Sejumlah kapal China melintas

Meski kapal keamanan Beijing disita Iran, fakta lain menunjukkan bahwa Teheran mengizinkan sejumlah kapal China melintasi Selat Hormuz pada Rabu (13/5) sehari sebelumnya.

Menurut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), kapal-kapal China termasuk di antara lebih dari 30 kapal yang melewati jalur air strategis tersebut. Meski begitu, tidak dirinci berapa banyak kapal China yang diizinkan melintas.

"Pada akhirnya disimpulkan bahwa sejumlah kapal China yang diminta oleh negara ini akan melewati wilayah ini setelah adanya kesepakatan mengenai protokol pengelolaan selat Iran," demikian pernyataan IRGC.

Seorang komandan IRGC sementara itu mengatakan kapal-kapal yang terkait dengan "negara musuh" terus diblokir dari selat, demikian dilaporkan Deutsche Welle (DW).

Penyitaan kapal ini terjadi di hari yang sama ketika Trump melawat ke Beijing untuk bertemu dengan Xi Jinping. Trump berusaha meminta bantuan Xi untuk menekan Iran agar menerima syarat damai Washington, yang salah satunya mengenai Selat Hormuz.

Menurut Gedung Putih, Trump dan Xi sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap menjadi jalur air bebas dan tidak boleh ada pungutan biaya untuk lalu lintas di sana.

(blq/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi