Jakarta -
Publik sempat dibuat bertanya-tanya saat sebuah video dari putra Indy Barends, Manuel Tobias Sarmanella, mendadak viral di media sosial.
Dalam video tersebut, remaja 17 tahun itu membahas soal kesehatan mental dan dampak ucapan orang tua, topik sensitif yang langsung memicu berbagai spekulasi.
Tidak sedikit netizen yang menduga ada sesuatu yang tidak beres dalam hubungan ibu dan anak tersebut.
Kegaduhan itu akhirnya sampai ke telinga Indy Barends. Sang presenter pun mengaku ikut terkejut saat pertama kali melihat video sang putra menjadi perbincangan luas.
Sebagai seorang ibu, ia tidak bisa menahan rasa khawatir tentang apa yang sebenarnya dirasakan oleh Manuel.
"Gak usah orang lain yang menilai, aku pun ibunya juga merasa 'Ini ada apa?', Tapi ternyata Manuel menjawab, 'Jangan mikirin Mama terus'," kata Indy Barends di Detik, Selasa (14/4).
Alih-alih langsung bereaksi atau mengonfrontasi, Indy memilih langkah yang tidak biasa. Ia menahan diri. Selama dua bulan, ia memendam pertanyaan itu sebelum akhirnya merasa siap untuk membuka percakapan yang lebih dalam dengan sang anak.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Indy sadar, membahas hal sensitif seperti ini membutuhkan waktu dan pendekatan yang tepat agar tidak melukai perasaan.
"Aku menunggu waktu sampai dua bulan baru bisa ngobrol tentang video itu, ya kan Manuel ya? Karena, perlu banget hati-hati untuk bisa nanya ini ada apa video itu dibuat," jelas Indy Barends.
Di sisi lain, Manuel akhirnya memberikan penjelasan yang cukup menenangkan. Ia menegaskan bahwa video tersebut sama sekali tidak ditujukan untuk menyudutkan ibunya.
"Itu sebenarnya bukan maksud untuk mengatakan mama aku jelek atau apa gitu, atau sesuatu yang buruk atau apa, nggak. Itu awalnya itu aku sebenarnya untuk mem-provoke-kan generasi aku yang generasi aku nih sekarang ini, Gen Z ya," ujar Manuel.
Lebih jauh, video itu justru lahir dari keresahan yang ia lihat di sekitarnya. Banyak anak muda yang merasa ditekan oleh ekspektasi dan ucapan orang tua, hingga perlahan kehilangan kepercayaan diri.
Lewat video tersebut, Manuel ingin menyampaikan pesan sederhana tapi kuat: setiap orang punya nilai dan layak untuk bertahan.
"Aku cuma memberi motivasi dari itu bahwa tuh lo itu penting, lo itu masih layak untuk hidup. Jadi jangan pernah untuk menyerah, don't ever give up, follow your dreams," imbuhnya.
Klarifikasi ini sekaligus meredam spekulasi yang sempat berkembang. Alih-alih konflik, kisah ini justru menunjukkan dinamika komunikasi antara orang tua dan anak di era sekarang, di mana isu kesehatan mental menjadi semakin relevan, terutama bagi generasi muda.
Di balik viralnya video tersebut, ada satu hal yang jadi pengingat penting: tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.
(ikh/ikh)
Loading ...

7 hours ago
2














































