Jakarta -
Di tengah kunjungan resminya di Australia, Pangeran Harry menghadirkan sisi yang jarang terlihat, bukan sebagai anggota kerajaan, tapi sebagai seorang ayah yang berbicara jujur tentang realita membesarkan anak.
Dalam kunjungan tunggalnya ke Movember di markas Western Bulldogs, Melbourne, Harry tidak hanya datang untuk seremoni. Ia hadir untuk membuka percakapan yang selama ini sering dipendam yakni tekanan mental para ayah.
Acara tersebut dihadiri para ayah dari komunitas lokal serta organisasi keluarga. Suasana dibuat santai dengan anak-anak bermain, membuat kerajinan, hingga mengenakan mahkota kertas.
Bahkan grup hiburan anak-anak The Wiggles ikut meramaikan momen tersebut. Namun, di balik suasana hangat itu, ada pesan serius yang ingin disampaikan.
Harry sempat mengenang momen menjadi ayah pertama kali ketika Pangeran Archie lahir 2019. Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan Meghan Markle menjalani peran sebagai orang tua sebagai sebuah tim.
Pengalaman pribadi itu kemudian ia kaitkan dengan kondisi banyak ayah di masa sekarang, yang ternyata menyimpan perasaan serupa, namun sering kali tidak diungkapkan.
Di hadapan para ayah, Harry menyampaikan pesan yang langsung menyentuh inti persoalan kesehatan mental pria.
"Anda tidak sendirian," katanya, sambil menunjuk pada penelitian baru tentang para ayah di Australia.
"Laporan ini membuktikan begitu banyak perasaan mendasar yang dimiliki begitu banyak pria dan ayah, dan itu sendiri merupakan sesuatu yang transformatif. Daripada hanya menjadi opini atau diskusi atau sesuatu yang tidak dibicarakan, melihatnya dalam statistik, saya pikir, mudah-mudahan akan memberi siapa pun kepercayaan diri untuk mengetahui bahwa apa pun yang anda rasakan, apa pun yang anda rasakan saat ini, dialami oleh sebagian besar individu," sambungnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa tekanan, rasa lelah, hingga kebingungan dalam menjadi orang tua adalah hal yang manusiawi.
Harry juga menyoroti adanya perubahan pola pikir dalam generasi ayah saat ini, yang mulai berani membesarkan anak dengan pendekatan berbeda dari masa lalu.
"Ada evolusi yang terjadi di sini, dan saya pikir semakin banyak orang yang maju dan membicarakannya, semakin tinggi angka-angka itu, karena angka-angka tersebut luar biasa dan sangat bermakna dalam budaya di mana hal itu sebenarnya tidak banyak dibicarakan," katanya.
Menurutnya, keberanian untuk berbicara justru menjadi kunci perubahan budaya yang lebih sehat.
Di akhir sesi, Harry menutup dengan pesan yang terasa sangat dekat dengan realitas banyak orang tua.
"Kepada para ayah dan calon ayah, ya, ini memang berantakan. Kalian akan mengalami berbagai macam emosi, dan jangan menghakimi diri sendiri," katanya.
Kalimat sederhana, tapi menggambarkan kompleksitas menjadi orang tua di era sekarang.
Keterlibatan Harry dalam isu kesehatan mental bukan hal baru. Dalam kesempatan lain, ia juga mengungkap pengalaman pribadinya saat berinteraksi dengan para veteran.
"Saya mendapati diri saya berbicara dengan banyak veteran dan duduk bersama mereka, saya menyadari bahwa kesunyian membunuh orang. Memberantas stigma secara global, kita telah menempuh perjalanan panjang. Akses ke terapi masih merupakan masalah besar," ujarnya.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda resmi. Lewat kejujuran dan pengalaman pribadinya, Pangeran Harry membuka ruang diskusi yang selama ini jarang disentuh-bahwa menjadi ayah tidak harus selalu kuat, dan merasa rapuh bukanlah kelemahan.
(ikh/and)
Loading ...

4 hours ago
1














































