Kenali Ciri Kulit Tak Terhidrasi dengan Baik saat Puasa

4 hours ago 3

Jakarta -

Permasalahan kulit kering masih menjadi yang paling banyak dikeluhkan umat Muslim selama menjalani puasa.

Pasalnya, kulit wajah atau tubuh kerap menjadi lebih kering selama berpuasa. Hal itu merupakan hal yang wajar lantaran tubuh beradaptasi dengan kondisi kita yang harus menahan rasa haus selama seharian.

"Jadi sebetulnya memang secara ilmiahnya ketika kita berpuasa tubuh itu mengalami adaptasi terhadap pola makan dan pola minum yang berubah termasuk kulit itu juga mengalami adaptasi besar-besaran," ucap dermatologis dr. Amanda Nandi Wardani di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada Jumat (20/2).

Menurut dr Amanda selama berpuasa tubuh akan kekurangan cairan. Kondisi itu pun berpengaruh pada kulit tubuh. Kulit bisa menjadi lebih kering karena tidak ada asupan cairan saat berpuasa sehingga penting untuk menghidrasi tubuh yang cukup saat berbuka dan sahur.


"Yang jadi perhatian khusus adalah saat berpuasa terkadang hidrasi kita itu jadi lebih sedikit dibandingkan saat kita tidak berpuasa jadi risikonya terjadi dehidrasi pada kulit. Ibaratnya di gurun pasir tidak ada air ya lama-lama kulit semakin kering atau kulit tandus jadi itu yang harus diwaspadai jika hidrasinya terbatas dari minuman kita bisa tetap bantu dari luar," jelasnya.

Salah satu ciri yang mudah dilihat apakah kulit kering atau tidak yaitu pada guratan atau retakan di kulit. Kulit bersisik atau iritasi juga menjadi tanda kulit harus mendapat perhatian lebih karena sudah terlalu kering.

"Salah satu ciri atau tanda kulit kurang terhidrasi satu relif kulit atau guratan-guratan kulit terlihat lebih nyata atau kayak retak-retak gitu itu artinya kulit udah minta pertolongan atau bisa juga kulit bersisik, mengelupas gitu atau bahkan sampai ada iritasi merah, beruntusan ," kata dr Amanda.

"Selain secara klinis kalau mau uji sendiri adalah dengan melakukan kita lakukan goresan dipermukaan kulit contohnya dengan kuku terus kita gores kalau meninggalkan garis putih atau biasanya disebut white dermographism itu artinya kulit kurang terhidrasi. Selain itu juga ada yang lebih objektif lagi kalau di klinik ada alat yang bisa menilai kelembapan kulit," lanjutnya.

Tanda-tanda kulit kering itu umumnya bisa terlihat di bagian tangan dan kaki yang menjadi area utama terpapar dengan udara dari luar.

"Terutama yang bisa kelihatan banget itu di daerah tangan dan kaki karena itu area yang banyak terpapar sama udara dari luar terus kita banyak aktivitas tangan dan kaki itu banyak yang terpapar duluan," ucapnya.

Selain menghidrasi kulit dengan air putih, mengaplikasikan pelembab atau body lotion juga bisa dilakukan untuk mencegah kulit kering. Penggunaan body lotion usai mandi berfungsi untuk menjaga kelembaban atau air di lapisan kulit agar tidak menguap.

"Sebenarnya kalau mau mencukupi hidrasi bukan dari dalam aja tapi juga bisa dari luar. Karena kita juga butuh barrier dari luar, bisa menggunakan pelembab yang fungsinya memberikan tambahan barrier supaya cairan yang ada di kulit kita tidak menguap sehingga kita bisa menyimpan air itu di lapisan kulit sehingga lebih lembab jadi menggunakan pelembab itu wajib," tutur dr Amanda.

"Jadi idealnya saat kulit lagi normal itu diberikan pelembab minimal 2 kali sehari atau idealnya segera setelah mandi ketika kulit masih agak lembab kita lapisi pakai body care tadi. Tujuannya adalah supaya air yang ada di permukaan kulit bisa terkunci jadi ada tambahan air dari luar terus air yang di dalam tidak menguap," lanjutnya.

(agn/agn)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi