Komdigi Tunda Implementasi Rating Gim IGRS Imbas Banyak Masalah

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutuskan untuk menunda implementasi aturan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai respons terhadap rentetan insiden terkait aturan ini, mulai dari kesalahan rating hingga dugaan spoiler gim terbaru.

"Saat ini kami terus menginvestigasi dan mengevaluasi IGRS secara menyeluruh baik dari sisi sistemnya, proses maupun pembuatan atau tata kelola dan hasilnya," ujar Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Komdigi di Jakarta Selatan, Jumat (17/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sambil menunggu semua proses investigasi dan evaluasi selesai, kami memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan," tambahnya.

Sonny menegaskan penundaan ini bersifat sementara hingga seluruh proses investigasi selesai.

Langkah penundaan tersebut diambil untuk memastikan bahwa ke depannya sistem IGRS bisa berjalan jauh lebih kuat, lebih kredibel, serta dapat dipercaya baik oleh para pelaku industri.

Sonny menyebut pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi masalah IGRS secara menyeluruh sejak insiden pertama.

Tim ini bekerja menelusuri seluruh aspek, mulai dari sistem, proses, hingga tata kelola secara komprehensif.

"Sangat penting untuk memastikan agar kebijakan yang kita buat tidak hanya kuat secara aturan, tapi juga benar-benar bisa diterapkan di lapangan," terang Sonny.

Lebih lanjut, ia menegaskan aturan IGRS dibuat murni demi kepentingan publik. Selama ini, Indonesia belum punya standar klasifikasi yang jelas untuk industri gim.

Oleh karena itu, pemerintah menghadirkan IGRS untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

Insiden IGRS pertama kali terjadi ketika Steam menampilkan rating sejumlah gim yang dinilai tidak wajar.

Kala itu, beberapa gim yang bermuatan kekerasan mendapatkan rating 3+, sementara gim anak-anak malah mendapatkan rating 18+. Terbaru, IGRS diduga memiliki celah yang berpotensi membuka data gim yang belum dirilis.

Isu ini berkembang dari temuan komunitas online hingga laporan media internasional yang mengungkap paparan materi sensitif.

Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah dugaan bocoran materi dari game James Bond terbaru, 007: First Light, yang dikembangkan oleh IO Interactive.

Laporan yang beredar menyebut lebih dari satu jam footage telah bocor dan mulai beredar di internet, bahkan diduga mencakup bagian penting dari alur cerita, termasuk kemungkinan bagian akhir.

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi