Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line yang mengarah ke Bogor direnovasi. Ia menilai kondisi sejumlah stasiun di lintas tersebut sudah kurang layak.
Dudy menyampaikan permintaan itu kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI agar melakukan perbaikan sekaligus mempercantik stasiun.
"Saya minta prioritas adalah stasiun-stasiunnya (yang mengarah ke) Bogor. Ini stasiunnya pada jelek. Saya minta KAI untuk merenovasi, membeautifikasi stasiun-stasiun yang arah Bogor," ujar Dudy di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Dudy juga menyinggung rencana peningkatan elektrifikasi jalur Tanah Abang-Rangkasbitung. Dengan peningkatan tersebut, jumlah gerbong dalam satu rangkaian KRL bisa ditambah, sehingga kapasitas angkut meningkat.
Rangkaian kereta CLI-125 buatan China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) yang saat ini beroperasi di lintas Bogor dan Bekasi berpotensi digunakan di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung.
"Kalau elektrifikasinya bisa ditingkatkan, maka kereta yang melayani ke arah Bekasi, itu kan besar-besar tuh punya China, bisa di green line dengan kereta jenis yang sama," ujar Dudy.
Dalam pelaksanaan elektrifikasi tersebut, PT PLN (Persero) pun dilibatkan. Perencanaan teknis jalur Tanah Abang-Rangkasbitung ditargetkan rampung pada semester I tahun ini.
Selain jalur tersebut, PLN juga disebut tertarik mendukung elektrifikasi di lintas Padalarang-Cicalengka serta Cikarang-Cikampek.
Pada Oktober 2025, KAI dan PLN telah menandatangani Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Elektrifikasi Jalur Kereta Api.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar untuk memperluas jaringan layanan kereta api berbasis listrik di berbagai wilayah potensial.
"Elektrifikasi merupakan langkah besar dalam modernisasi perkeretaapian," kata dalam keterangan tertulis, Senin (20/10).
Ia mengatakan, saat ini okupansi KA lokal dan feeder di Jawa Barat terus meningkat. Di wilayah Banten, pertumbuhan pengguna KA Lokal dan Commuter Line juga signifikan, khususnya di relasi Rangkasbitung.
"Selain itu, jalur Padalarang-Cicalengka sepanjang 40 kilometer serta relasi Cikampek hingga Jawa Timur menjadi wilayah potensial untuk pengembangan elektrifikasi berikutnya," ujar Bobby.
Elektrifikasi jalur kereta api ini dilakukan tanpa melibatkan APBN, murni melalui skema business to business (B2B) antara KAI dan PLN.
Melalui nota kesepahaman ini, KAI dan PLN akan membentuk tim kerja bersama untuk menyusun kajian teknis, finansial, dan operasional termasuk pemetaan jalur prioritas elektrifikasi di berbagai wilayah Indonesia.
(dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
1












































