Menilik Tradisi Larantuka di NTT, Patung Bunda Maria Hanya Keluar Setahun Sekali

2 hours ago 1

Jakarta -

Umat Kristiani sedang menjalankan perayaan Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci), dan puncak perayaan Minggu Paskah.

Sebuah tradisi yang unik dan dijalankan secara turun-temurun dari leluhur di Vatikannya Indonesia, tepatnya di Larantuka di Flores Timur, NTT.

Pada Kamis Putih warga Larantuka dan para peziarah yang hadir dari berbagai penjuru akan mengikuti prosesi Semana Santa yang menjadi penyatuan antara budaya tradisi dan agama Katolik.

Pintu kapela Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus Kristus) akan dibuka oleh Raja Larantuka.


Kapela tersebut hanya dibuka satu tahun sekali, bahkan tokoh penting pun tidak diizinkan melihat patung Bunda Maria tersebut jika buka di hari Kamis Putih.

"Saya juga dilarang kalau ada waktu yang khusus ada peziarah yang sangat membutuhkan melalui rapat bersama klausul," ujar Raja Larantuka Don Andreas Matlrtinus dalam tayangan Insert Investigasi, Sabtu (4/4).

"Sepanjang ini belum pernah. Waktu itu bapak Uskup Darius tapi dilarang walaupun dia Uskup tidak punya kuasa walaupun bangunan gereja dibawah tanggung jawab keuskupan tapi inti di dalamnya tanggung jawab kami," sambungnya.

Pada Kamis Putih ini, patung Bunda Maria akan dimandikan dan dikenakan busana berwarna hitam atau biru gelap sebagai tanda perkabungan.

Ketika pintu kapel dibuka, para peziarah berlutut seraya berdoa dan mencium kaki patung Bunda Maria atau disebut Cium Tuan.

Momen sakral tersebut diiringi lantunan doa, ratapan, hingga lagu rohani dalam bahasa Protugis dari sekelompok perempuan yang disebut Mama Muji.

Rangkaian tradisi Semana Santa pun masih berlanjut di Larantuka hingga puncaknya pada Hari Paskah.

Saksikan tayangan lengkapnya di Insert Investigasi, Sabtu (4/4) pukul 15.00 WIB di Trans TV.

(arm/arm)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi