Jakarta, CNN Indonesia --
Peran negara dalam meningkatkan kesejahteraan atlet mulai terlihat semakin nyata melalui kebijakan pemberian bonus yang berkelanjutan. Kebijakan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup atlet dan keluarganya.
Selama ini, profesi atlet kerap dipandang memiliki masa depan yang tidak pasti, terutama setelah masa kompetisi berakhir. Kekhawatiran itu perlahan berubah seiring adanya dukungan konkret pemerintah dalam menjamin kesejahteraan atlet berprestasi.
Bonus yang diberikan kepada atlet peraih medali di berbagai ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade menjadi instrumen penting dalam membantu mereka merencanakan masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa pemerintah memahami besarnya pengorbanan atlet dalam mengharumkan nama bangsa. Ia menyebut atlet sebagai aset nasional yang harus dihargai secara berkelanjutan.
“Para atlet adalah putra-putri terbaik yang pada saat pertandingan bukan hanya berjuang habis-habisan untuk mendapatkan gelar juara, tapi juga bertekad mengangkat nama bangsa di panggung internasional, menunjukkan kedigdayaan Indonesia di mata dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4).
Pemberian bonus dengan nilai signifikan di level SEA Games hingga Olimpiade memberikan kesempatan atlet untuk berinvestasi. Mereka kini dapat menabung, membeli aset produktif, hingga membuka berbagai jenis usaha mandiri.
Manfaat ini juga dirasakan oleh keluarga atlet yang taraf hidupnya ikut terangkat secara ekonomi. Banyak atlet kini mampu menyediakan hunian layak dan menciptakan lapangan kerja bagi lingkungan sekitar mereka.
Kisah sukses lifter Eko Yulianto menjadi salah satu bukti nyata transformasi kesejahteraan tersebut. Bonus yang diterima dari berbagai ajang internasional ia gunakan untuk membelikan sawah bagi sang ayah.
Ayah Eko yang sebelumnya bekerja sebagai penarik becak kini telah beralih profesi menjadi seorang petani. Selain itu, Eko juga mendirikan tempat latihan angkat besi untuk membantu proses regenerasi atlet muda.
“Negara akan selalu hadir dalam kehidupan para atlet. Bukan hanya saat seremoni pemberangkatan kontingen atau saat pengalungan medali saja,” tegas Erick.
Langkah serupa dilakukan oleh karateka Leica Al Humaira Lubis yang berhasil membeli rumah dari bonus emas SEA Games. Pencapaian ini mewujudkan mimpinya untuk memberikan tempat tinggal yang nyaman bagi keluarganya.
Atlet hoki putra, Revo Prilianto, juga memilih untuk mengelola bonusnya secara bijak melalui investasi emas. Ia mempersiapkan dana tersebut untuk menjamin pendidikan masa depan buah hatinya.
Peningkatan taraf hidup ini merupakan komitmen pemerintah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah memprioritaskan kesejahteraan atlet sebagai bagian dari ekosistem olahraga yang berprestasi.
“Bonus yang diberikan pemerintah bukan hanya sekedar simbol melainkan bukti nyata penghormatan negara kepada jasa dan jerih payah mereka. Kami memastikan bahwa keringat yang mereka keluarkan akan mengantarkan para atlet kepada masa depan yang lebih baik,” imbuh Erick.
Atlet disabilitas Ni Nengah Widiasih juga merasakan dampak positif dari bonus ajang Paralimpiade. Ia menggunakan dana tersebut untuk membuka usaha kuliner yang menyerap tenaga kerja di daerah asalnya.
Pemerintah berharap para atlet terus menggunakan apresiasi negara untuk kebutuhan jangka panjang yang bermanfaat. Hal ini mencakup pengembangan kapasitas diri, tabungan, serta investasi yang aman untuk masa tua.
Perencanaan keuangan yang matang dianggap sangat penting agar tidak ada lagi atlet yang kesulitan saat pensiun. Semangat ini diharapkan dapat menginspirasi atlet muda lainnya dalam mempersiapkan masa depan mereka.
“Alhamdulillah puji syukur tak terkira saat mendengar cerita dari Eko Yuli, Leica, Revo ataupun Ni Nengah Widiasih, kehidupan mereka membaik berkat kerja keras yang tak pernah henti,” tutup Erick.
(rir)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2
















































