Selular.ID – Meta perusahaan induk Facebook dan Instagram, diperintahkan pengadilan di Los Angeles, Amerika Serikat, untuk membayar total ganti rugi senilai US$6 juta terkait kasus kecanduan anak akibat desain platform media sosialnya.
Vonis ini mengharuskan Meta membayar sekitar US$4,2 juta, sedangkan Alphabet Inc. melalui Google diwajibkan membayar US$1,8 juta, dengan proporsi 70:30.
Kasus ini diajukan oleh seorang wanita berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai Kaley. Ia mengklaim menjadi kecanduan YouTube dan Instagram sejak kecil akibat fitur-fitur yang dirancang untuk mempertahankan keterlibatan pengguna, termasuk infinite scrolling.
Juri menilai Meta dan Google lalai dalam merancang platform dan gagal memberikan peringatan terkait potensi risiko bagi anak-anak.
Keputusan ini menyoroti tanggung jawab desain platform, bukan konten yang diunggah pengguna, sesuai perlindungan hukum AS terhadap perusahaan media sosial.
Sumber resmi menyebutkan, Meta menolak keputusan pengadilan dan berencana mengajukan banding.
Keputusan ini muncul di tengah kritik yang meningkat terhadap keamanan anak-anak dan remaja di internet, serta aksi legislatif negara bagian AS yang mengatur penggunaan media sosial oleh anak-anak.
Lebih dari 20 negara bagian telah mengesahkan undang-undang terkait pada 2025, sementara kasus serupa yang diajukan oleh beberapa negara bagian dan distrik sekolah diperkirakan akan memasuki persidangan federal di Oakland, California, tahun ini.
Selain kewajiban membayar ganti rugi, Meta juga mulai melakukan pengurangan karyawan. Sumber Reuters melaporkan bahwa beberapa ratus pegawai dari berbagai tim telah diberhentikan pada Rabu lalu.
Pemotongan ini mencakup divisi Reality Labs, tim media sosial, serta operasi rekrutmen. Juru bicara perusahaan menjelaskan, restrukturisasi dilakukan secara berkala untuk memastikan tim berada pada posisi optimal dalam mencapai target.
Dengan upaya menempatkan karyawan terdampak ke posisi lain bila memungkinkan. Data 2025 mencatat Meta memiliki hampir 79.000 karyawan per 31 Desember.
Analis industri menilai vonis ini menjadi peringatan bagi perusahaan teknologi besar agar memperkuat langkah-langkah keamanan bagi anak-anak dan remaja di platform digital mereka.
Meskipun Meta dan Google berencana mengajukan banding, keputusan pengadilan ini berpotensi mendorong inovasi fitur keamanan yang lebih ketat serta mempengaruhi strategi pengembangan produk dan operasional perusahaan di masa depan.
Baca Juga:Google hingga Meta Tandatangani Perjanjian Lawan Penipuan Online
Kasus ini menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap desain produk digital, terutama yang digunakan oleh pengguna di bawah umur, dan menjadi referensi hukum yang dapat mempengaruhi regulasi lebih luas di Amerika Serikat maupun internasional.



















































