Jakarta, CNN Indonesia --
Raksasa teknologi, Meta pangkas 8.000 orang atau 10 persen dari total karyawannya imbas melonjaknya biaya pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) memang kembali di sejumlah perusahaan teknologi besar di tengah meningkatnya tekanan biaya akibat investasi besar-besaran dalam pembangunan infrastruktur AI dan pusat data.
Mengutip Yahoo Finance, Jumat (24/4), Meta menempuh kebijakan efisiensi tersebut setelah sebelumnya beredar laporan bahwa perusahaan tengah menyiapkan gelombang PHK besar pada musim semi tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perusahaan akan memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja atau sekitar 8.000 karyawan," demikian pernyataan Meta terkait kebijakan tersebut.
Selain Meta, Microsoft juga mengambil langkah serupa dengan menawarkan program pensiun dini atau buyout kepada sebagian karyawan. Program ini menyasar sekitar 7 persen pegawai Microsoft di Amerika Serikat, khususnya level direktur senior ke bawah.
Program buyout tersebut berlaku bagi karyawan yang memenuhi syarat usia dan masa kerja tertentu. Ini menjadi langkah pertama Microsoft dalam menawarkan skema tersebut, setelah sebelumnya juga melakukan PHK massal pada 2025.
Langkah efisiensi ini tidak hanya dilakukan oleh dua perusahaan tersebut. Raksasa teknologi lain seperti Amazon, Google, hingga Oracle juga telah melakukan pengurangan tenaga kerja dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan teknologi global tetap menggelontorkan investasi besar untuk pengembangan AI. Amazon, Google, Meta, dan Microsoft diperkirakan menghabiskan sekitar US$650 miliar untuk belanja modal pada 2026, terutama untuk membangun pusat data dan mengembangkan model AI.
Gelombang PHK ini juga merupakan lanjutan dari tren efisiensi yang terjadi sejak pandemi, ketika perusahaan teknologi sempat melakukan ekspansi besar-besaran dalam perekrutan tenaga kerja.
Di pasar saham, tekanan juga mulai terlihat. Saham Microsoft tercatat turun sekitar 4 persen pada Kamis (23/4) dan telah melemah sekitar 15 persen sejak awal tahun, tertinggal dibandingkan perusahaan teknologi besar lainnya.
Sementara itu, saham Meta relatif stagnan sepanjang tahun ini.
(ldy/sfr)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
3

















































