Muhammadiyah Terus Gelar Dialog untuk Sistem Penanggalan Islam Seragam

11 hours ago 5

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut organisasinya terus melakukan serangkaian dialog untuk menyeragamkan penetapan waktu-waktu ibadah umat Islam melalui Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).

"Yang konkret kita akan terus berdialog di organisasi-organisasi di tingkat nasional dan meneruskan dialog yang sudah dilakukan dan dirintis di level internasional," kata Haedar usai melaksanakan salat Idulfitri 1447 H di UMY, Bantul, DIY, Jumat (20/3) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Haedar, Tim Tarjih PP Muhammadiyah telah bergerak satu tahun ini untuk terus mendiskusikan implementasi KHGT yang disusun berdasarkan pada Kriteria Turki 2016.

"Saya yakin ke depan itu akan terus terbuka dialog itu dan ya kita prinsipnya dari mana pun bahwa kita punya kalender satu, di mana satu hari satu tanggal yang sama, yang beda jamnya, sebagaimana kita salat Jumat. Satu hari Jumat yang sama, tanggal yang sama, tapi beda jamnya di seluruh dunia Islam," ujar Haedar.

Haedar pun percaya, dengan terwujudnya kesatuan simbolik umat Islam secara global melalui satu sistem kalender berbasis hisab, maka perbedaan seperti penetapan Idulfitri 1447 H ini bisa terhindarkan.

"Syukur ke depan, entah kapan, seluruh dunia Islam agar tidak berbeda terus, punya Kalender Global Tunggal," harap Haedar.

"Saya yakin ke depan insyaallah perbedaan itu akan terminimalisasi, tapi tentu ini perlu dialog yang terbuka dari hati ke hati dan pikiran yang jernih dengan ilmu yang setinggi-tingginya," katanya.

Lain dari pemerintah, PP Muhammadiyah menentukan 1 Syawal atau Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Penetapan waktu lebaran itu dilakukan PP Muhammadiyah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang memastikan awal bulan baru tidak bergantung pada keterlihatan hilal secara fisik, berbeda dengan potensi metode pemerintah.

Penetapan 1 Syawal ditetapkan itu didasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Hal itu kemudian dimuat dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025.

Sementara itu Pemerintah RI menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kemenag, Kamis (19/3) kemarin.

(kum/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi