Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons serangan terbaru rudal Iran yang berhasil menghantam wilayah selatan Israel pada Sabtu (21/3).
Ia menyebut situasi ini sebagai malam yang sulit bagi negaranya dan menegaskan akan terus melanjutkan serangan terhadap Iran.
"Ini adalah malam yang sangat sulit dalam perjuangan untuk masa depan kita. Baru saja, saya berbicara dengan Wali Kota Arad, Yair Maayan, dan memintanya untuk menyampaikan, atas nama seluruh warga Israel, doa kami bagi kesembuhan para korban luka," kata Netanyahu dalam unggahan akun X @netanyahu, Minggu (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Netanyahu juga menginstruksikan anak buahnya untuk menyalurkan seluruh bantuan yang diperlukan bersama semua kementerian pemerintah.
"Saya menguatkan pasukan darurat dan penyelamat yang saat ini bertugas di lapangan, dan saya menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi instruksi Komando Front Dalam Negeri. Kami bertekad untuk terus menyerang musuh-musuh kami di semua garda," ujarnya.
Serangan rudal terbaru Iran diperkirakan melukai lebih dari 100 orang dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan.
Mengutip Aljazeera, serangan tersebut menyasar Kota Dimona dan Arad, yang berlokasi dekat pusat riset nuklir Israel. Ledakan menyebabkan kerusakan bangunan serta memicu kebakaran di sejumlah titik.
Layanan penyelamat Israel melaporkan sedikitnya 88 orang terluka di Arad, termasuk 10 orang dalam kondisi serius, dengan kerusakan parah terjadi di pusat kota.
Di Dimona, sebanyak 39 orang dilaporkan terluka, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang berada dalam kondisi kritis akibat luka pecahan proyektil, setelah sejumlah bangunan permukiman hancur.
(ldy/sfr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
4

















































