Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal

7 hours ago 3

Jakarta -

Wanita Muslim wajib mengganti atau qadha puasa Ramadan yang ditinggalkan karena haid, nifas, atau hamil. Qadha puasa dilakukan sebanyak hari yang ditinggalkan dengan rentan waktu setahun sampai Ramadan berikutnya.

Waktu yang paling ideal untuk membayar utang puasa Ramadan bulan Syawal karena menyegerakan qadha dapat mencegah risiko lupa dan menghindari kelalaian.

Selain itu, membayar utang puasa Ramadan hukumnya wajib, sehingga dianjurkan untuk dilakukan lebih dahulu ketimbang puasa-puasa sunah, seperti puasa Syawal.

Kondisi fisik juga masih terbiasa puasa setelah Ramadan, sehingga ibadah puasa akan terasa lebih ringan daripada dikerjakan nanti.


Beberapa ulama, termasuk dari kalangan Syafi'iyyah berpendapat bahwa jika seseorang melakukan puasa qadha di bulan Syawal, ia otomatis mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal meskipun hanya berniat qadha saja.

Meski begitu, melakukan qadha puasa terlebih dahulu hingga selesai, baru kemudian melaksanakan puasa sunnah 6 hari Syawal, dianggap lebih utama untuk mendapatkan pahala sempurna.

Bacaan Niat Puasa Qadha di Bulan Syawal

Niat puasa qadha Ramadhan yang dilakukan di bulan Syawal sama dengan niat qadha pada umumnya, karena statusnya adalah puasa wajib untuk mengganti utang puasa.

Berikut adalah lafal niat puasa qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta'ala.".

Membaca niat harus dilakukan pada malam hari, yakni sejak setelah Maghrib hingga sebelum masuk waktu Subuh. Berbeda dengan puasa sunnah, puasa wajib atau qadha tidak sah jika niat baru dilakukan setelah fajar.

(KHS/KHS)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi