Pedagang Mengeluh Harga Plastik Melonjak 3 Kali Lipat

13 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga plastik di pasaran mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, bahkan mencapai tiga kali lipat di sejumlah wilayah. Kenaikan harga terjadi sebagai dampak meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak global naik signifkan. 

Pantauan CNNIndonesia.com di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Senin (6/4) menunjukkan adanya kenaikan harga pada berbagai jenis plastik, mulai dari kantong hingga sedotan.

Mustaroh, penjual es kelapa di kawasan tersebut mengaku kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis plastik yang ia gunakan untuk berjualan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua merk naik semua," kata Mustaroh saat ditemui di kedainya.

Ia merinci, harga plastik kantong naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu, sementara sedotan naik dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu. Bahkan, plastik kemasan merek tomat melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per pak.

"Ini saya beli langsung di toko plastik, kalau eceran pasti lebih mahal lagi," ujarnya.

Meski biaya operasional meningkat, Mustaroh mengaku belum menaikkan harga jual es kelapa.

"Nggak (menaikkan harga es kelapa). Jadi ini kita udah aduh-aduhan banget," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Yusni, pemilik kios plastik di Pasar Lenteng Agung. Ia menyebut kenaikan harga sudah terjadi sejak bulan puasa.

"Naik tiga kali lipat semua," ujar Yusni kepada CNN Indonesia.com, Senin (6/4).

Pedagang tersebut mengeluhkan selain harga yang melonjak, ketersediaan barang juga menjadi masalah.

"Pembeli tetap ada, tapi ya gitu, barangnya yang nggak ada," tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih mengandalkan impor plastik dan produk turunannya. Sepanjang Februari 2026, nilai impor plastik mencapai US$873,2 juta atau sekitar Rp14,84 triliun.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut impor tersebut berasal dari sejumlah negara utama.

"Impor plastik atau barang dari plastik di Februari 2026 mencapai US$873,2 juta," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4).

Ia menambahkan, impor terbesar berasal dari China sebesar US$380,1 juta, disusul Thailand US$82,7 juta dan Korea Selatan US$66,7 juta.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui telah menerima keluhan dari para pedagang terkait kenaikan harga plastik.

"Saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa. Karena plastik itu kan dari BBM," kata Zulkifli.

Ia menyebut pemerintah akan membahas kenaikan harga tersebut dengan pihak terkait.

"Ya nanti kita akan bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi. Kita akan undang beberapa pihak terkait," ujar Zulhas sapaan akrabnya.

(lau/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi