Pemerintah Dukung ALFI Convex 2026 Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

8 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Biaya logistik nasional masih menjadi tantangan utama di tengah dinamika global dan perubahan rantai pasok internasional. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menilai isu ini perlu ditangani secara terukur untuk menjaga daya saing ekonomi.

Sebagai respons, Kemenko Perekonomian menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan ALFI Convex 2026. Forum ini diposisikan sebagai ruang kolaborasi untuk mendorong transformasi sektor logistik nasional.

Saat ini, biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah terus mendorong penurunan angka tersebut secara bertahap agar lebih efisien dan kompetitif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekanan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, dan perubahan pola perdagangan global turut memengaruhi kinerja sektor ini. Kondisi tersebut menuntut sistem logistik yang lebih adaptif, terintegrasi, dan efisien.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan peran strategis sektor logistik dalam perekonomian nasional. Ia menyebut sektor ini menjadi penopang utama kelancaran distribusi, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

"Penguatan sistem logistik yang terintegrasi dan berdaya tahan menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional. Dan ALFI Convex diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, serta mendorong inovasi dan implementasi penguatan logistik nasional. " ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4).

Sejalan dengan hal tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) yang didukung oleh Kemenko Perekonomian secara resmi meluncurkan ALFI Convex 2026 sebagai platform kolaborasi lintas sektor. Platform ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan efisiensi melalui integrasi sistem logistik nasional yang lebih modern.

Ketua Umum DPP ALFI, M. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah, khususnya Kemenko Perekonomian, menjadi kunci utama dalam mendorong transformasi industri secara menyeluruh. Ia menilai target penurunan biaya logistik merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh seluruh ekosistem terkait.

"Kami kembali mengharapkan dukungan dan komitmen dari Bapak Menko beserta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mendorong penurunan biaya logistik nasional, dari kisaran 14 persen menuju 10 persen dalam satu hingga dua tahun ke depan, dan secara bertahap menjadi single digit dalam beberapa tahun berikutnya," harap dia.

Dirinya menilai, peran Kemenko Perekonomian sangat strategis dalam mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga yang terlibat dalam regulasi logistik. Sektor ini bersifat lintas industri sehingga memerlukan harmonisasi kebijakan agar operasional di lapangan dapat berjalan lebih efektif.

Sebagai informasi, ALFI Convex 2026 mengusung tema 'Indonesia in Motion: Empowering a Resilient Logistics Ecosystem' sebagai fokus utama kegiatan. Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 30 Oktober 2026 di Hall A1, A2, dan A3 JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Kegiatan ini akan menghadirkan lebih dari 300 perusahaan yang bergerak di bidang pelabuhan, transportasi multimoda, hingga penyedia solusi teknologi. Panitia menargetkan kehadiran lebih dari 10.000 pengunjung yang berasal dari kalangan profesional, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan terkait.

Lebih dari 80 pembicara nasional dan internasional dijadwalkan hadir untuk membahas penguatan konektivitas serta digitalisasi sistem logistik. Fokus pembahasan akan diarahkan pada cara membangun resiliensi rantai pasok dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

Melalui ALFI Convex 2026, asosiasi ingin menciptakan ruang diskusi konkret antara pemerintah dan pihak swasta. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan integrasi sistem logistik di Indonesia.

(rir)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi