Penjelasan PBB soal 3 Personel TNI Tewas dalam Serangan di Lebanon

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Operasi Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jean-Pierre Lacroix, mengonfirmasi tiga prajurit TNI tewas dalam serangan di Lebanon selatan.

Ketiga prajurit TNI tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam konferensi pers di Markas Besar PBB di New York, Lacroix menyampaikan insiden tersebut terjadi di Lebanon selatan, yang menjadi area konflik antara pasukan militer Israel vs kelompok milisi Hizbullah. Selain korban tewas, beberapa personel TNI lainnya juga terluka dalam dua insiden terpisah tersebut.

"Pagi ini, dua anggota pasukan penjaga perdamaian Indonesia tewas dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, yang menghancurkan kendaraan di dekat Bani Hayyan. Dua anggota pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis," kata Lacroix dalam keterangan pers pada Senin (30/3).

"Kemarin, seorang anggota pasukan penjaga perdamaian dari kontingen Indonesia tewas dalam ledakan di pangkalan UNIFIL di El Tayeb. Seorang anggota pasukan penjaga perdamaian juga mengalami luka parah (dalam insiden tersebut) dan dilarikan ke rumah sakit di Beirut," lanjutnya.

Ini merupakan kematian pertama yang dialami Indonesia akibat konflik Israel vs Hizbullah yang pecah kembali pada Maret 2026. Kedua pihak perang kembali setelah Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan dua prajurit TNI yang gugur pada Senin meninggal dunia akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui.

Sementara itu, prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan pemerintah Indonesia telah mengutuk keras insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Indonesia juga Sugiono mendesak pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB buntut masalah ini.

"Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar dan harus dijunjung tinggi setiap saat," tulis Sugiono dalam unggahannya di X, Selasa (31/3).

Militer Israel pada Selasa meluncurkan penyelidikan buntut tewasnya tiga personel TNI. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan insiden-insiden tersebut akan ditinjau secara menyeluruh guna mengetahui penyebab peristiwa.

"Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengetahui keadaan dan menentukan apakah insiden itu diakibatkan oleh aktivitas (kelompok milisi) Hizbullah atau IDF," demikian pernyataan IDF pada Selasa (31/3), seperti dikutip AFP.

IDF menekankan insiden ini terjadi di Lebanon selatan yang notabene area pertempuran aktif antara pasukan Israel dan milisi Hizbullah.

"Oleh karena itu, tidak seharusnya diasumsikan bahwa insiden yang menimpa personel UNIFIL disebabkan oleh IDF," demikian pernyataan militer Negeri Zionis.

UNIFIL ditempatkan di Lebanon selatan untuk mengawasi konflik di sepanjang garis demarkasi Lebanon dan Israel. Wilayah tersebut kerap menjadi pusat bentrokan antara pasukan militer Israel dengan milisi Hizbullah bekingan Iran.

UNIFIL memiliki sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian yang berasal dari berbagai negara. Sekitar 1.200 personel UNIFIL merupakan prajurit TNI.

(blq/dna/bac)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi