Prajurit TNI Tewas di Lebanon sampai Trump Mau Invasi Darat di Iran

10 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga orang personel TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas dalam dua insiden terpisah pada Minggu (29/3) dan Senin (30/3) waktu setempat.

Insiden pertama yang terjadi di Desa Adchit Al Qusayr menewaskan seorang personel TNI, akibat ledakan proyektil. Sejumlah personel juga mengalami luka-luka imbas ledakan tersebut.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah mempersiapkan operasi darat terbatas ke Iran, termasuk serangan terhadap Pulau Kharg.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Selasa (31/3).

Satu Personel Tewas usai Israel Bom Markas UNIFIL RI di Lebanon

Seorang personel pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) tewas dalam serangan di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3) malam.

UNIFIL menyampaikan prajurit tersebut meninggal dunia akibat terkena ledakan proyektil di pos mereka.

Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan militer Israel menyerang markas unit Indonesia di sekitar Adchit Al Qusayr pada Minggu. Laporan awal menyebut sejumlah personel terluka imbas serangan tersebut.

Kemudian pada Senin (30/3), dua personel TNI lainnya juga tewas dalam insiden ledakan berbeda.

UNIFIL dalam pernyataannya mengatakan dua pasukan penjaga perdamaian tersebut tewas setelah ledakan dari sumber yang tidak diketahui menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan di Lebanon Selatan.

Dua tentara lainnya juga terluka dalam ledakan tersebut, di mana salah satu di antaranya mengalami luka serius.

Perang AS-Iran Makin Gila, Houthi Ancam Tutup Bab Al Mandab Laut Merah

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin membuat Timur Tengah panas. Giliran milisi Houthi, proksi Iran di Yaman, mengancam akan menutup Bab Al Mandab yang merupakan gerbang menuju Laut Merah.

Houthi turut meluncurkan rudal-rudal balistik mereka dari Yaman ke wilayah pendudukan Israel.

Belakangan, Houthi mengungkapkan tak menutup kemungkinan untuk melakukan blokade terhadap Bab Al Mandab di Laut Merah. Mereka akan kembali melancarkan serangan-serangan terhadap kapal-kapal yang berasal dari AS, Israel, dan negara-negara sekutu mereka.

"Kami berkoordinasi bersama dengan saudara-saudara kami di Iran, Lebanon, dan Irak," kata Mohammed Mansour, wakil menteri informasi dalam pemerintahan yang dijalankan Houthi.

Fakta-fakta Rencana Invasi Darat AS di Iran

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) dikabarkan sedang mempersiapkan operasi darat terbatas ke Iran, di tengah kecamuk perang AS-Israel vs Iran belakangan ini.

The Washington Post menerima informasi dari sejumlah pejabat AS bahwa rencana invasi darat itu mencakup serangan terhadap Pulau Kharg Iran.

Menurut satu pejabat, serangan darat ke Iran ini diperkirakan berlangsung selama beberapa minggu. Namun, menurut pejabat lainnya, operasi ini akan memakan waktu hingga "beberapa bulan".

Pentagon sejauh ini belum menanggapi laporan tersebut.

(tim/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi