Perang Trump dengan Iran Dicap 'Kemenangan' Bagi China, Kenapa?

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Perang Amerika Serikat dan Iran turut menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis (14/5).

Terlepas dari kunjungannya ke Beijing, isu Iran terus menjadi perhatian Trump dan bahkan turut menjadi salah satu isu yang dibahas dengan Xi. Padahal, AS dan China memiliki sejumlah isu lainnya yang lebih krusial untuk dibahas terkait kedua negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Analis menyebut progres perang AS di Iran yang tak sesuai harapan Trump di awal melancarkan serangan menjadi keuntungan bagi China. Beberapa pengamat bahkan menilai perang Iran yang menguras militer AS ini justru melemahkan Negeri Paman Sam di hadapan China.

Sementara itu, peneliti senior di Middle East Institute Alex Vatanka mengatakan Taiwan mungkin tidak masuk dalam agenda resmi KTT Donald Trump dan Xi Jinping, tetapi isu negara tersebut tidak mungkin diabaikan.

"Masalah Taiwan ini bukan sekadar ada di ruangan, melainkan sudah tergeletak tepat di atas meja," kata Vatanka mengenai isu Taiwan, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (15/5).

Di Washington, katanya, banyak yang bertanya mengapa Trump fokus pada Iran padahal tantangan besar sebenarnya datang dari China.

"Mengapa Amerika Serikat menginvestasikan begitu banyak darah dan harta dalam perang ini [melawan Iran] dan menguras kemampuan militernya, padahal tantangan strategis jangka panjang adalah potensi konflik dengan China terkait Taiwan," kata Vatanka.

Menurut Vatanka, konflik Taiwan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Namun, perang AS melawan Iran justru melemahkan posisi Amerika dalam menghadapi China.

"Apa yang telah dilakukan AS di Iran tidak memperkuat posisi militer Amerika. Justru sebaliknya," katanya.

"Perang ini merupakan kemenangan besar bagi China," tambahnya.

Ia menyebut Beijing sedang mempelajari bagaimana AS melemahkan dirinya sendiri dalam konflik dengan Teheran.

Pertemuan bilateral antara AS dan China berlangsung di gedung pemerintahan The Great Hall of the People sisi barat Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada Kamis (14/5)

Pertemuan kedua pemimpin negara ini untuk membahas sejumlah isu sensitif mulai dari perang Iran, perang dagang, hingga Taiwan.

Dalam pertemuan tersebut, Xi sempat mewanti-wanti Trump agar tidak salah langkah terkait Taiwan. Menurutnya, langkah-langkah yang keliru bakal membuat kedua negara tersebut ke dalam 'konflik'.

Xi menyebut bahwa kedua negara seharusnya menjadi mitra, bukan saingan, sambil menyoroti masalah Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai wilayah teritori mereka.

Dalam kunjungan ini, Trump ditemani deretan bos teknologi AS, mulai dari CEO Tesla Elon Musk, CEO Nvidia Jensen Huang, hingga CEO Apple Tim Cook.

(lom/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi