Perjalanan Panjang Umat Manusia Setelah Hari Kiamat

4 hours ago 3

Jakarta -

Hari kiamat merupakan salah satu rukun Iman bagi umat Islam. Hari kiamat dipercaya sebagai hari akhir dimana kehidupan umat manusia berakhir dan akan mempertanggungjawabkan semua amalan semasa hidup.

Umat Islam mempercayai bahwa setelah hari kiamat semua manusia akan memasuki perjalanan panjang menuju kehidupan yang kekal di akhirat kelak. Hal tersebut juga telah difirmankan oleh Allah Swt. dalam surat Taha ayat 15.

اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى ١٥

Artinya: Sesungguhnya hari kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.


Dalam Al-Qur'an dan juga hadis, Nabi Muhammad Saw. telah menjelaskan beberapa tahapan yang akan dilalui umat manusia setelah hari kiamat. Pertama, umat manusia akan dibangkitkan kembali dan berkumpul di Padang Mahsyar hingga akhirnya penentuan surga dan neraka.

Berikut urutan perjalanan umat manusia setelah hari kiamat:

1. Yaumul Ba'ats (Hari Kebangkitan)

Berdasarkan buku The Miracle of Mizan: Keajaiban Amalan dan Doa Penentu Masuk Surga Tanpa Hisab, karya Junaidi Ahmad Al Fatti, setelah hari kiamat seluruh umat manusia akan dibangkitkan kembali dari alam kubur, yang dikenal dengan Yaumul Ba'ats.

Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Mu'minun ayat 16:

ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ تُبْعَثُونَ

Artinya: Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.

Pada hari kebangkitan itu, Malaikat Israfil meniup sangkakala untuk kedua kalinya. Setelah itu, dari Nabi Adam a.s. hingga manusia terakhir yang hidup di dunia akan dibangkitkan kembali menghadap Allah Swt. untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya semasa hidup.

2. Yaumul Hasyr (Hari Dikumpulkan)

Tahap selanjutnya adalah Yaumul Hasyr, dimana seluruh umat manusia dan semua makhluk ciptaan Allah Swt. akan berkumpul di Padang Mahsyar sebuah tempat yang luas tanpa membedakan status, jabatan, kekayaan, maupun keturunan.

Dalam surah Az Zumar ayat 69 dijelaskan:

وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Artinya: "Dan bumi (Padang Mahsyar) menjadi terang benderang dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan buku-buku (perhitungan perbuatan mereka) diberikan (kepada masing-masing), nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan, lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang mereka tidak dirugikan,".

3. Yaumul Hisab (Hari Perhitungan Amal)

Selanjutnya tibalah tahap Yaumul Hisab, yakni hari perhitungan seluruh amal umat manusia. Tak ad satu pun perbuatan manusia selama hidup di dunia luput dari penilaian Allah Swt.

Allah Swt. berfirman dalam surah Az-Zalzalah: 7-8:

"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula,".

4. Yaumul Mizan (Hari Penimbangan Amal)

Setelah proses hisab, seluruh umat manusia akan menghadapi Yaumul Mizan, yakni hari penimbangan, ketika amal baik dan amal buruk manusia akan ditimbang dengan sangat adil.

Allah Swt. berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 47:

وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ

Artinya: Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)-nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

Pada hari penimbangan, manusia yang memiliki timbangan amal kebaikan lebih berat maka akan memperoleh kebahagiaan dan keselamatan. Sementara, bagi yang timbangan keburukannya lebih berat akan menghadapi kesulitan menuju akhirat.

5. Melewati Shirath

Selanjutnya umat manusia akan melewati Shirath, yakni jembatan yang terbentang di atas neraka. Dalam berbagai hadis dijelaskan setiap manusia yang melintasi jembatan shiratal mustaqim akan berbeda-beda tergantung kualitas iman dan amalnya.

Bagi manusia dengan kekuatan iman yang baik dan amal soleh, akan berjalan menyeberangi jembatan tersebut secepat kilat, ada yang seperti angin, ada yang berlari, berjalan, bahkan merangkak. Sementara sebagian dari mereka ada yang terjatuh ke neraka.

Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadis:

"Kemudian dibentangkan jembatan di atas neraka Jahannam," (HR Bukhari dan Muslim).

6. Surga atau Neraka sebagai Tempat Kembali

Tahap terakhir adalah penetapan tempat tinggal abadi antara surga atau neraka. Surga merupakan tempat penuh kenikmatan yang disediakan Allah Swt. bagi orang-orang beriman dan bertakwa.

Allah Swt. dalam surat Al-Kahfi ayat 107 menjelaskan mengenai keberadaan surga.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّٰتُ ٱلْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,

Sementara neraka merupakan tempat bagi orang-orang yang mengingkari Allah Swt. dan terus berbuat maksiat hingga tidak sempat bertobat.

Surat An-Nisa ayat 56 menerangkan firman Allah Swt. tentang keberadaan neraka:

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(kpr/and)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi