CNN Indonesia
Kamis, 26 Mar 2026 20:00 WIB
Seorang petugas keamanan buka suara atas kontroversi dugaan penyerangan kepada fan Chappell Roan di Brazil. (Getty Images via AFP/AMY SUSSMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pria bernama Pascal Duvier mengklaim sebagai petugas keamanan mengaku bertanggung jawab atas perilaku agresif terhadap putri pesepak bola Jorginho, Ada Law, di Brazil beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataan, Duvier menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah keputusan pribadi dan ia tidak bekerja untuk penyanyi pop Chappell Roan seperti yang diberitakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya biasanya tidak menanggapi rumor di internet, tetapi tuduhan yang saat ini beredar adalah tidak benar dan merupakan pencemaran nama baik," kata Duvier.
"Tindakan yang saya lakukan tidak mewakili Chappell Roan, tim keamanan pribadinya, manajemennya, atau individu lainnya," lanjutnya seperti diberitakan Entertainment Weekly pada Rabu (25/3).
Duvier yang dikenal sebagai spesialis perlindungan dan praktisi seni bela diri itu menjelaskan bahwa tuduhan yang menyeret nama pelantun Pink Pony Club tersebut adalah bentuk pencemaran nama baik.
"Saya mengambil tanggung jawab penuh atas interaksi pada 21 Maret. Saya berada di hotel tersebut atas nama individu lain," tambahnya.
Menurut Duvier, keputusannya untuk menegur Catherine Harding selaku ibunda Ada Law didasarkan pada informasi internal hotel dan penilaian risiko keamanan di lokasi saat itu.
Perselisihan ini bermula saat pesepak bola Jorginho menuduh tim keamanan Chappell Roan bersikap agresif terhadap putri tirinya, Ava Law, saat sarapan di hotel selama rangkaian Lollapalooza.
Jorginho mengklaim Ava hanya mendekati meja sang artis tanpa berucap sepatah kata pun, tetapi kemudian ditegur dengan keras oleh petugas bertubuh besar hingga menyebabkan sang anak menangis.
Catherine Harding, istri Jorginho sekaligus ibu dari Ava, sempat meragukan status petugas tersebut. Dalam video terpisah, ia meyakini bahwa meski Roan mungkin tidak memberi perintah langsung, petugas itu tampak bekerja melindungi sang artis.
"Sebagai selebritas, Anda punya tanggung jawab untuk memastikan orang-orang yang bekerja atas nama Anda bertindak sesuai tanggung jawab tersebut," ungkap Harding.
Menanggapi tekanan publik, juru bicara Chappell Roan kembali menegaskan bahwa penyanyi tersebut sama sekali tidak menyadari adanya interaksi tersebut. Pihak manajemen mengidentifikasi Duvier sebagai pihak ketiga dan bukan personel yang dibawa Roan dari Amerika Serikat.
"Chappell menggunakan petugas keamanan pribadi yang sama tahun ini di Australia, Prancis, dan Amerika Selatan. Pascal Duvier bukan salah satu dari mereka," jelas perwakilan tersebut.
Roan sendiri telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Harding dan Ava Law jika mereka merasa tidak nyaman. Namun, ia menekankan posisi dirinya yang tidak tahu-menahu.
"Saya bahkan tidak melihat seorang wanita dan anak di sana. Saya tidak meminta petugas keamanan mendatangi mereka," ujar Roan di media sosial.
(gis/end)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
4

















































