Prabowo Sentil Pengusaha: Kekayaan RI Jangan Dibawa ke Luar Negeri

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kalangan pemilik modal agar kekayaan yang dihasilkan dari Indonesia tidak terus dibawa keluar negeri.

Ia menegaskan sumber daya alam nasional harus diolah di dalam negeri dan hasil kemakmurannya dinikmati masyarakat Indonesia.

"Bangsa Indonesia bukan ladang dan sawah untuk diambil kekayaannya dibawa ke luar negeri. Saya ulangi, bangsa Indonesia tidak mau jadi sawahnya orang lain, tidak mau jadi ladangnya orang lain," ujar Prabowo dalam acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan proyek-proyek hilirisasi yang baru diumumkan pemerintah merupakan langkah awal untuk memastikan komoditas strategis Indonesia tidak lagi diekspor mentah, tetapi diolah di dalam negeri agar memberi nilai tambah ekonomi.

"Kalau Anda perhatikan, kita olah semua nikel, bauksit, bahkan batu bara, bahkan komoditas pertanian kita mau olah ada di Indonesia supaya kita bisa tambah makmur," katanya.

Menurut dia, pemerintah ingin arus keuntungan dari pengelolaan sumber daya alam tidak berhenti di kelompok kecil, tetapi mengalir lebih luas ke masyarakat.

[Gambas:Youtube]

"Kemakmuran itu harus ke rakyat. Yang kaya tidak boleh 0,1 persen di atas. Kita terbuka, Indonesia harus untuk semua," ucapnya.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak anti terhadap orang kaya maupun pengusaha besar. Namun, ia meminta kelompok tersebut tetap berpihak pada kepentingan nasional.

"Kita tidak anti orang kaya, tapi orang kaya harus nasionalis," katanya.

Ia menilai selama ini masih ada kekhawatiran kekayaan nasional hanya diambil tanpa memberikan dampak yang cukup terhadap kesejahteraan rakyat. Karena itu, Prabowo menekankan pemerintah ingin kekayaan Indonesia tetap berada di tangan bangsa sendiri.

"Bangsa Indonesia ingin kekayaan Indonesia di tangan, dinikmati oleh rakyat Indonesia. Berkali-kali saya bicara seperti itu dan saya bertekad untuk mencapai itu," ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung keterkaitan hilirisasi dengan program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, program tersebut mulai memberi dampak pada penyerapan hasil produksi petani yang sebelumnya kerap tidak terserap pasar.

"Kita sudah menghasilkan MBG puluhan juta dan kita akan teruskan sampai selesai. Banyak kekurangan kita selesaikan," katanya.

Ia menyebut selama ini banyak petani menghadapi persoalan klasik ketika hasil panen tidak terbeli, rusak di kebun, atau ditekan tengkulak dengan harga murah.

"Petani-petani yang tadinya hasil panennya tidak terbeli, begitu dia panen mangganya tidak diambil, puso rusak di kebun, panennya tidak diserap, tengkulak datang banting harga, tidak mungkin rakyat kita sejahtera sekarang," ujar Prabowo.

Karena itu, menurut dia, hilirisasi industri dan penyerapan hasil produksi dalam negeri menjadi dua langkah yang dijalankan bersamaan agar nilai tambah ekonomi tidak keluar dari Indonesia dan pendapatan masyarakat di sektor bawah ikut meningkat.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi