Jakarta, CNN Indonesia --
Rotary International secara resmi meletakkan batu pertama yang menandai pembangunan bantuan irigasi tahap kedua di Desa Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah pada Rabu (6/5).
Provinsi Lampung tercatat menunjukkan performa luar biasa sebagai lumbung pangan nasional dengan produksi padi yang meningkat signifikan dari 2,7 juta ton menjadi 3,2 juta ton pada 2025. Keberhasilan ini tidak lepas dari perbaikan sistem pengairan yang diinisiasi oleh Rotary International.
Pada tahap pertama, Rotary membangun lebih dari empat kilometer saluran irigasi yang memberikan manfaat bagi ratusan keluarga petani. Keberhasilan tersebut kini dilanjutkan pada tahap kedua dengan target yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan nasional, seremoni dihadiri oleh jajaran pimpinan Rotary International, perwakilan pemerintah daerah, serta mitra global. Direktur Rotary International, Jennifer Scott, menekankan bahwa fokus utama organisasi adalah membantu membangun komunitas yang berkelanjutan melalui penyediaan akses air.
"Air adalah kehidupan. Dengan menyediakan air, kita menyediakan makanan dan membantu petani untuk mandiri. Melalui pendapatan dari hasil panen, mereka kini dapat menyekolahkan anak-anak mereka dan membangun komunitas yang lebih kuat," ujar Jennifer.
Past District Governor (PDG) Rotary International, Eva Kurniaty menjelaskan rencana strategis tahap ini yang mencakup enam titik irigasi di lahan sawah Lampung Tengah.
"Proyek tahap kedua ini diproyeksikan mampu mengairi sekitar 700 hektar lahan, yang secara langsung akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat petani di Lampung," tuturnya,
Dampak nyata dari proyek ini langsung dirasakan oleh para petani. Gusti Putu Sedana Yasa, seorang petani dari Kampung Rama Gunawan, mengungkapkan bahwa bantuan irigasi dari Rotary, pengairan sangat sulit karena masalah resapan.
"Dulu panen hanya bisa dilakukan tiga kali dalam dua tahun. Sekarang, dengan irigasi yang bagus dari Rotary, kami bisa panen hingga tiga kali dalam setahun," katanya.
Ketua Proyek Irigasi & Presiden Rotary Club Lampung Raden Intan, ri Gunadi Widjaja, menyatakan bahwa koordinasi erat dengan pemerintah dan mitra internasional adalah kunci untuk mewujudkan impian petani akan sistem pengairan yang stabil. Diketahui, proyek ini merupakan hasil kolaborasi global yang melibatkan sponsor dari berbagai negara, termasuk Australia, Taiwan, Filipina, Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Pemerintah Provinsi Pemprov) Lampung menyatakan apresiasi tinggi menyambut inisiatif ini. Yayan Ruchyansyah selaku Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, menyampaikan bahwa langkah Rotary International menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat pedesaan itu sejalan dengan target pemerintah untuk menjadikan Lampung sebagai pilar pangan nasional.
Melalui pembangunan irigasi tahap kedua ini, Rotary International menegaskan perannya dalam menciptakan masa depan pangan yang berkelanjutan, serta memastikan kesejahteraan petani di Indonesia.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1

















































