Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berpotensi kembali muncul pada paruh kedua 2026. Lantas, sekuat apa El Nino yang akan muncul di Indonesia?
Pakar iklim Indra Gustari menjelaskan, berdasarkan data terbaru BMKG dan sejumlah pusat iklim global, kondisi ENSO saat ini masih berada dalam fase netral dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan tahun 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kondisi ENSO atau dinamika atmosfer yang kita prediksi masih akan berada di kondisi netral, sampai pertengahan tahun 2026. Tapi kita harus mulai waspada di paruh kedua tahun ini, karena diprediksi akan terjadi transisi ke kondisi El Nino lemah hingga moderat," ujar Indra melansir Instagram BMKG, Selasa (7/4).
Ia menambahkan, peluang kemunculan El Nino pada semester kedua 2026 tergolong cukup tinggi, yakni berkisar antara 50 hingga 80 persen. Meski demikian, kekuatannya diperkirakan tidak akan seekstrem kejadian besar di masa lalu.
"Peluang kejadiannya cukup tinggi, yaitu di angka 50 sampai 80 persen untuk semester dua tahun 2026," kata Indra.
Belakangan, istilah 'Godzilla' El Nino ramai diperbincangkan di publik. Namun, Indra menegaskan bahwa istilah tersebut bukan kategori ilmiah resmi.
"Istilah 'Godzilla' itu tidak ada dalam kategori El Nino. Yang biasa di pakai adalah kategori lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat," jelasnya.
Menurutnya, istilah 'Godzilla' biasanya merujuk pada kejadian ekstrem seperti El Nino sangat kuat yang pernah terjadi pada El Nino 1997 dan El Nino 2015.
Meski peluang El Nino sangat kuat di 2026 relatif kecil, diperkirakan di bawah 20 persen, Indra mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan.
"Peluang munculnya El Nino sangat kuat itu di tahun 2026 itu relatif kecil yaitu di bawah 20 persen, tapi bukan berarti kita bisa bersantai. Musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dari normal," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini, mulai dari menjaga ketersediaan air bersih dan irigasi pertanian hingga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan.
(wpj/dmi)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2














































