Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan rudal Iran di dua kota di Israel selatan melukai lebih dari 100 orang pada Sabtu (21/3). Korban berjatuhan usai sistem pertahanan Israel gagal mencegat proyektil tersebut.
Dilaporkan dua serangan langsung tersebut merobek bagian depan bangunan perumahan dan menciptakan kawah di tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas pertolongan pertama menyebut sebanyak 75 orang terluka di kota Arad. Sebanyak 10 di antaranya luka serius. Sementara di Dimona, ada sebanyak 33 orang terluka.
Sementara itu, melansir AFP, petugas pemadam kebakaran mengatakan bahwa "baik di Dimona maupun Arad, rudal pencegat diluncurkan tetapi gagal mengenai sasaran, mengakibatkan dua serangan langsung oleh rudal balistik dengan hulu ledak seberat ratusan kilogram".
Militer Israel pun menyatakan akan menyelidiki masalah ini.
"Sistem pertahanan udara beroperasi tetapi tidak mencegat rudal, kami akan menyelidiki insiden tersebut dan belajar darinya," tulis juru bicara militer Brigadir Jenderal Effie Defrin di X.
Akibat serangan tersebut, dilaporkan terdapat "kerusakan luas" di Arad dengan tiga bangunan terdampak. Salah satu bangunan disebut terbakar.
Di Dimona, serangan rudal menciptakan kawah besar dan bangunan sekitarnya memgalami kerusakan parah pada jendela dan fasadnya.
Kota ini memiliki fasilitas yang secara luas diyakini terdapat satu-satunya persenjataan nuklir di Timur Tengah meski Israel tak pernah mengaku punya senjata nuklir.
Di sisi lain, televisi pemerintah Iran melaporkan serangan rudal di Dimona yang menampung fasilitas nuklir merupakan "balasan" terhadap serangan sebelumnya di situs nuklir di Natanz.
Iran telah berulang kali menembakkan rentetan rudal ke Israel setiap hari sebagai balasan serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.
(els)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
4

















































