Jakarta, CNN Indonesia --
Fenomena lonjakan harga hewan kurban seolah menjadi siklus tahunan yang sulit dihindari menjelang Iduladha.
Permintaan yang tinggi di pasar sering kali membuat harga kambing maupun sapi meroket tajam tepat beberapa pekan sebelum hari pemotongan.
Bagi masyarakat dengan penghasilan tetap, kondisi ini kerap menjadi tantangan finansial tersendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa perencanaan yang matang, niat ibadah bisa terbentur oleh keterbatasan anggaran atau bahkan mengganggu stabilitas arus kas rumah tangga.
Lantas, bagaimana cara menyiasati kenaikan harga ini agar tetap bisa berkurban secara konsisten? Berikut adalah tips dan strategi menyisihkan uang kurban di tengah fluktuasi harga.
1. Mulai Persiapan Sejak Dini
Untuk meringankan beban finansial Perencana Keuangan OneShildt Budi Rahardjo menyarankan masyarakat mulai menyisihkan dana setidaknya sejak satu semester sebelum hari raya.
Dengan mencicil, beban dana yang cukup besar tidak akan terasa berat jika dibandingkan dengan mencari dana secara mendadak.
"Sebaiknya persiapan dana untuk pengeluaran yang cukup besar misalnya untuk kurban adalah bisa dengan dicicil sekitar tiga-enam bulan sebelum dibutuhkan. Sumber dananya bisa dengan menyisihkan sebagian penghasilan bulanan atau memanfaatkan sebagian penghasilan tahunan seperti bonus dan THR atau kombinasi dengan keduanya jika tidak memungkinkan," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/4).
2. Strategi Beli Anakan atau Titip Peternak
Salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan harga yang jauh lebih miring adalah dengan menghindari pembelian di tingkat pedagang saat mendekati hari H.
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menyebut membeli hewan saat masih kecil atau melakukan kesepakatan harga di awal bisa menjadi solusi.
"Membeli hewan dari anakan terus dititip di peternak. Nah, setahun kemudian kita jadikan hewan kurban. Mungkin memang dari segi biaya karena kita membelinya anakan dan langsung ke peternaknya itu akan membuat harganya lebih murah dibandingkan dengan membeli ke pedagang hewan kurban," kata Andi.
Budi pun menambahkan mengunci harga sejak awal melalui pedagang yang menawarkan program early bird juga sangat membantu.
"Target dana, biasanya banyak penjual hewan kurban yang sudah mulai menawarkan hewan kurban jauh hari sebelum hari raya, sehingga kita dapat mengunci harga sesuai dengan kesepakatan saat hewan kurban dibeli meskipun hari raya mungkin masih beberapa waktu ke depan," ucap Budi.
3. Pilih Tabungan Kurban yang Aman
Karena jangka waktu pengumpulan dana kurban tergolong pendek, fokus utama masyarakat sebaiknya bukan pada keuntungan investasi (return), melainkan pada keamanan nilai pokok uang agar tetap utuh saat akan digunakan.
"Karena horison investasi dari kesiapan kurban adalah jangka pendek di bawah satu tahun, maka tujuan utama kita adalah bukan pengembangan dana, karena biasanya pengembangan dana membutuhkan waktu jangka panjang dan mengandung risiko," jelas Budi.
Sementara, lanjutnya, untuk tujuan keuangan yang sudah sangat pendek, fokus masyarakat sebaiknya lebih diarahkan pada aspek kestabilan dan keamanan dana dibandingkan upaya untuk mengalahkan inflasi.
Andi Nugroho pun menilai instrumen seperti emas atau reksadana pasar uang tetap bisa jadi pertimbangan jika jangka waktunya cukup panjang.
"Untuk jangka panjang, artinya kan untuk menabungnya untuk jangka panjang, oh paling tidak untuk setahun ke depan gitu. Ya emas sama reksadana ini yang paling efektif karena juga ada kemungkinan untuk nilai uangnya akan bertambah gitu," ucap Andi.
Bersambung ke laman berikutnya...
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
4
















































