Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$89,1 juta pada April 2026. Realisasi ini jauh lebih rendah dibandingkan Maret yang surplus US$3,32 miliar.
Bahkan, realisasi ini lebih rendah dibandingkan dengan April 2025 yang surplus US$160 juta.
"Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surplus ini terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat US$25,30 miliar atau lebih tinggi sedikit dari impor yang tercatat US$25,21 miliar per April 2026.
Ekspor
Ekspor Indonesia tercatat sebesar US$25,30 miliar sepanjang April 2026. Realisasi ini naik 21,98 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yakni US$20,74 miliar (year on year/yoy).
Kinerja menurut sektor ekspor tercatat bervariasi. Misalnya, industri pengolahan tercatat US$20,59 miliar atau naik 29,07 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar US$15,95 miliar.
"Kenaikan tahunan ini disebabkan oleh kenaikan nilai ekspor untuk komoditas minyak kelapa sawit, produk olahan nikel, kimia dasar organik, barang perhiasan dan berharga, serta semi konduktor dan komponen elektronik lainnya," kata Pudji.
Sedangkan, sektor pertambangan dan lainnya tercatat sebesar US$3,11 miliar atau turun 1,17 persen dari tahun sebelumnya yang US$3,15 miliar.
Kemudian, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan juga anjlok 5,53 persen dari US$480 juta pada April 2025 menjadi US$450 juta pada April 2026.
Impor
Impor Indonesia tercatat sebesar US$25,21 miliar sepanjang April 2026. Angka ini naik 22,49 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$20,59 miliar.
Impor terdiri dari migas sebesar US$4,60 miliar atau melesat 82,52 persen (yoy) dan nonmigas sebesar US$20,62 miliar atau naik 14,11 persen (yoy).
Berdasarkan sektornya, impor barang konsumsi tercatat sebesar US$2,43 miliar atau naik 42,90 persen (yoy). Lalu, bahan baku/penolong sebesar US$18,65 miliar atau naik 24,56 persen (yoy).
Kemudian sektor barang modal tercatat US$4,13 miliar atau naik 5,64 persen dari April 2025 yang sebesar US$3,91 miliar.
(ldy/ins)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
5

















































