Syakir Daulay Cerita Pernah Gugup dan Lupa Takbir Saat Jadi Imam Salat Id

7 hours ago 3

Jakarta -

Aktor sekaligus penyanyi Syakir Daulay kembali dipercaya menjadi imam salat Idulfitri tahun ini. Ini menjadi tahun ketiga baginya memimpin jemaah di hari kemenangan.

Namun di balik kepercayaan tersebut, Syakir mengaku awalnya sempat merasa tidak percaya diri untuk menjalankan peran besar itu.

Syakir Daulay mengatakan, ia sempat ragu menerima amanah sebagai imam. Tapi dorongan dari para guru dan ulama membuatnya akhirnya berani mengambil tanggung jawab tersebut.

"Syakir juga awalnya gak berani gitu, tapi karena memang guru-guru besar yang nunjuk, ya sudah. Jadi ada kalimat tuh gini: 'Imtisalul amr khairun min sulukil adab'. Jadi di atasnya adab itu adalah ya nurut sama perintah gitu," kata Syakir saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3).


Perjalanan Syakir Daulay menjadi imam ternyata tidak instan. Ia mengaku banyak belajar, mulai dari tata cara salat hingga menghafal Al-Qur'an secara lebih dalam.

Dalam prosesnya, ia juga pernah melakukan kesalahan yang cukup berkesan, yaitu lupa jumlah takbir saat memimpin salat Idulfitri.

"Sempat awal-awal salat Idul Fitri, namanya dulu kan belajar kan pasti pernah ada kurang kan, sempat lupa takbir tujuh kali sama lima kalinya. Tapi gara-gara itu akhirnya setelah itu nggak pernah lupa lagi. Dan akhirnya jadinya ngingetin jemaah juga kan," kenangnya.

Kesalahan tersebut justru menjadi pelajaran penting yang membuatnya lebih teliti dan percaya diri ke depannya.

Memasuki tahun ketiga, Syakir Daulay mengaku sudah lebih santai saat berdiri di depan jemaah.

Baginya, menjadi imam bukan sekadar tugas ibadah tahunan, tetapi juga cara untuk memperbaiki diri di tengah kesibukannya di dunia hiburan.

"Ini juga akhirnya kan jadi rem juga kan, bahan introspeksi buat Syakir. 'Oh, kalau sudah mulai belajar jadi imam segala macam, ya berarti kitanya juga harus tambah lebih baik', gitu," jelasnya.

Lebih dari itu, pengalaman ini juga mengajarkan Syakir Daulay tentang arti kepemimpinan.

Ia merasa, menjadi imam tidak hanya soal memimpin salat, tetapi juga bagaimana memimpin diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadi sebenarnya sambil jadi imam kan, sambil kita memantaskan diri jadi imam dalam hidup juga. Jadi banyak hal yang dipelajari saat kita sudah bisa mengimami orang dalam beribadah gitu kan," pungkasnya.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi