Selular.ID – Infinix melalui lini tablet Infinix Xpad kembali memperluas penetrasi perangkat layar besar di Indonesia dengan menghadirkan beberapa varian yang menyasar segmen harga terjangkau hingga menengah.
Dua model yang menjadi sorotan di pasar adalah Infinix Xpad 30e dengan konfigurasi 4+4/128 GB di kisaran Rp2,5 juta serta Infinix Xpad 20 Pro dengan varian 8/256 GB yang dibanderol sekitar Rp3,7 juta.
Kehadiran lini tablet ini memperkuat strategi Infinix yang sebelumnya dikenal agresif di pasar smartphone entry-level dan kini merambah kategori tablet sebagai bagian dari perluasan ekosistem perangkat.
Langkah ini sekaligus menempatkan Infinix dalam persaingan langsung dengan sejumlah brand yang lebih dulu bermain di segmen tablet murah di Indonesia.
Dari sisi positioning, Infinix Xpad series dirancang untuk kebutuhan konsumsi konten, pembelajaran digital, hiburan, hingga produktivitas ringan.
Perangkat di kelas ini umumnya membawa karakter layar berukuran besar, baterai berkapasitas tinggi, serta sistem operasi berbasis Android yang dioptimalkan untuk multitasking dasar.
Secara garis besar, lini tablet Infinix Xpad yang dipasarkan di Indonesia mencakup beberapa seri utama, di antaranya Xpad 20 Series dan Xpad 30 Series, termasuk varian Pro yang menawarkan kapasitas memori lebih besar untuk mendukung penggunaan aplikasi lebih berat.
Pendekatan ini menunjukkan fokus Infinix pada efisiensi harga dengan spesifikasi yang disesuaikan untuk kebutuhan harian pengguna.
Respon pasar terhadap kehadiran tablet Infinix terbilang cukup positif, terutama di kanal penjualan online.
Faktor harga agresif menjadi daya tarik utama, mengingat banyak konsumen mencari perangkat layar besar dengan budget terbatas.
Segmen pelajar, mahasiswa, dan pengguna keluarga menjadi kelompok paling dominan yang menyerap produk ini, terutama untuk kebutuhan belajar daring, streaming video, hingga aktivitas kerja ringan seperti pengolahan dokumen dan meeting online.
Dalam lanskap persaingan tablet di Indonesia, Infinix masuk ke segmen yang selama ini didominasi oleh brand seperti Samsung di kelas entry, serta sejumlah pemain asal Tiongkok yang juga menawarkan harga kompetitif.
Namun, strategi Infinix yang menggabungkan harga rendah dengan spesifikasi memori besar menjadi salah satu pembeda utama di pasar.
Dari sisi segmentasi, Infinix menargetkan pengguna yang membutuhkan perangkat kedua selain smartphone, tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
Pola ini sejalan dengan tren penggunaan tablet yang kini tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga mulai masuk ke ekosistem pendidikan digital dan produktivitas ringan di rumah.
Meski demikian, tantangan tetap muncul pada aspek ekosistem aplikasi, optimalisasi software, serta persepsi merek di segmen tablet yang masih didominasi pemain lama.
Namun, dengan pendekatan harga dan distribusi agresif, Infinix berupaya memperluas pangsa pasar di kategori perangkat layar besar yang semakin berkembang di Indonesia.
Baca Juga:Rekomendasi Tablet Infinix XPad Series Terbaru April 2026, harga Rp2 hingga Rp4 Jutaan
Ke depan, lini tablet Infinix diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan perangkat pendukung aktivitas digital, terutama di segmen pendidikan dan hiburan rumah tangga yang terus tumbuh.



















































