Jakarta -
Rasa nyeri pada bagian belakang leher sering kali dikaitkan dengan gejala kolesterol. Kondisi ini terjadi ketika kadar lemak dalam darah melebihi batas normal sehingga memicu terjadinya penyumbatan aliran darah menuju otot-otot di area leher. Akibatnya, timbul rasa nyeri yang sangat menusuk pada area sekitar leher.
Tak jarang, rasa nyeri ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena sering dikaitkan dengan gejala kolesterol. Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa rasa nyeri tersebut tidak hanya disebabkan oleh kolesterol. Kondisi ini bisa saja dipicu oleh faktor kesehatan lainnya.
Berbagai Penyebab Nyeri di Bagian Tengkuk
Jika merasakan nyeri di area tengkuk, belum tentu kondisi tersebut disebabkan oleh kolesterol. Berikut ini berbagai penyebab lain yang memicu rasa nyeri di bagian tengkuk.
Otot Tegang
Tengkuk yang terasa nyeri umumnya disebabkan oleh otot yang mengalami ketegangan. Kondisi ini biasanya muncul ketika duduk atau tidur dalam posisi yang salah atau terlalu lama menunduk ketika bermain ponsel atau membaca buku. Kebiasaan ini kemudian menimbulkan sensasi pegal dan kaku pada bagian tengkuk hingga akhirnya terasa nyeri.
Ketegangan otot biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa waktu. Namun, alangkah baiknya untuk menghindari faktor penyebabnya tersebut dan meluangkan waktu sejenak untuk beristirahat dari aktivitas yang memberikan tekanan berlebih pada otot leher.
Saraf Kejepit
Rasa nyeri yang menjalar ke bagian leher juga bisa menjadi salah satu pertanda dari saraf kejepit. Kondisi ini terjadi ketika saraf menerima tekanan berlebih dari jaringan sekitarnya sehingga menimbulkan rasa nyeri yang sangat tajam.
Saraf kejepit sangat rawan terjadi pada beberapa bagian, seperti bahu, tangan, dan leher. Jika tidak segera mendapat penanganan medis, kondisi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman yang sangat mengganggu.
Postur Tubuh Bungkuk
Postur tubuh yang tampak bungkuk biasanya disebabkan oleh kebiasaan posisi duduk atau berdiri yang salah. Sebagai contoh, duduk di depan komputer dengan posisi tubuh yang terlalu membungkuk atau sering membawa tas dengan beban yang berat. Lambat laun, kebiasaan ini akan menyebabkan postur tubuh menjadi lebih bungkuk.
Postur tubuh yang bungkuk ini sangat rawan menimbulkan rasa nyeri di bagian leher. Ketika tubuh membungkuk, kepala akan condong ke depan. Akibatnya, otot tengkuk merasa tegang karena harus menopang beban kepala dalam waktu lama. Inilah yang menimbulkan rasa nyeri pada bagian tengkuk.
Cedera
Faktor berikutnya yang kerap memicu rasa nyeri di bagian tengkuk adalah cedera. Kondisi ini sering terjadi ketika melakukan aktivitas fisik tanpa prosedur pemanasan yang memadai.
Hal ini memicu reaksi kejut pada otot akibat gerakan mendadak. Dampaknya, otot di bagian tengkuk mengalami ketegangan hebat, terkilir, bahkan bisa mengalami robekan. Kondisi ini kemudian menimbulkan sensasi nyeri yang panas dan tajam di sepanjang tengkuk.
Stres
Selain faktor fisik, kondisi psikologis juga dapat menjadi salah satu pemicu rasa nyeri pada bagian tengkuk. Tekanan mental seperti stres dan rasa cemas dapat meningkatkan risiko ketegangan otot leher. Kondisi ini kemudian berpotensi menimbulkan rasa nyeri yang sangat menusuk.
Kondisi ini sering kali disertai dengan keluhan sakit kepala, gelisah, dan bahu yang terasa berat. Tak jarang, kondisi ini juga menurunkan kualitas tidur.
Salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah dengan rutin melakukan relaksasi dan mengelola pikiran agar tetap stabil. Jika kondisinya semakin memburuk, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis guna mendapatkan penanganan yang tepat dari tenaga profesional.
(dis/dis)
Loading ...

5 hours ago
2

















































