Timur Tengah Makin Gawat, Houthi Ancam Tutup Bab Al Mandab Laut Merah

7 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin membuat Timur Tengah panas.

Giliran milisi Houthi, proksi Iran di Yaman, mengancam akan menuntup Bab Al Mandab yang merupakan gerbang menuju Laut Merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Houthi memastikan ikut perang membantu Iran membalas serangan-serangan Israel dan AS. Houthi turut meluncurkan rudal-rudal balistik mereka dari Yaman ke wilayah pendudukan Israel.

Belakangan, Houthi mengungkapkan tak menutup kemungkinan untuk melakukan blokade terhadao Bab Al Mandab di Laut Merah. Mereka akan kembali melancarkan serangan-serangan terhadap kapal-kapal yang berasal dari AS, Israel, dan negara-negara sekutu mereka.

"Kami berkoordinasi bersama dengan saudara-saudara kami di Iran, Lebanon, dan Irak," kata Mohammed Mansour, wakil menteri informasi dalam pemerintahan yang dijalankan Houthi, kepada Televisi Al Araby pada Sabtu, dikutip dari Middle East Monitor.

Ia melanjutkan pernyataannya bahwa Houthi gabung perang bersama Iran "untuk memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita di Iran yang sedang berjuang dalam pertempuran besar" serta kelompok Hizbullah Lebanon.

Mansour menegaskan bahwa keputusan Houthi bergabung perang "bertujuan meningkatkan tekanan pada Israel dan AS."

"(Yaman) memikul tanggung jawab moral, agama, dan kemanusiaan terhadap Iran, Hizbullah, dan Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak," kata Mansour, menggambarkan aliansi itu sebagai "dukungan utama untuk Palestina."

Mansour menambahkan bahwa kelompok Houthi memiliki banyak pilihan untuk memberikan tekanan pada Israel dan AS di tengah perang saat ini dengan Iran.

"Laut Merah, Teluk Aden, dan Bab Al Mandab akan menjadi beberapa pilihan tersebut," katanya.

Laut Merah adalah salah satu jalur laut yang paling padat dan sering digunakan di dunia untuk pengiriman minyak dan bahan bakar, termasuk jenis barang-barang lainnya.

"Kami memiliki pengalaman luas dalam operasi angkatan laut dan darat, dan intervensi kami sebelumnya untuk mendukung Gaza adalah salah satu kejutan penting bagi dunia," kata pejabat Houthi tersebut.

Houthi juga pernah melancarkan serangan-serangan terhadap kapal-kapal yang melewati Laut Merah sebagai pembalasan atas agresi Israel di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 72 ribu warga Palestina.

Mengenai kemungkinan penutupan kembali gerbang utama selat strategis atau serangan terhadap kapal yang lewat, Mansour mengatakan bergantung pada eskalasi Israel dan AS, serta persiapan Washington yang berencana menginvasi Iran.

"Kepemimpinan Yaman mengambil keputusan secara independen berdasarkan penilaian militer dan politik, dengan mempertimbangkan bahwa setiap langkah akan diperhitungkan dan efektif," kata Mansour.

Jalur perdagangan global akan semakin terganggu jika Houthi benar-benar menutup Bab Al Mandab setelah Iran menutup Selat Hormuz. 

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi