Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mempersiapkan militer untuk melancarkan operasi darat di Iran.
Seorang pejabat Gedung Putih kepada The Washington Post menuturkan Pentagon tengah bersiap untuk operasi darat selama beberapa pekan di Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat AS mengatakan kemungkinan operasi darat "tidak akan sampai pada invasi skala penuh" dan dapat melibatkan serangan oleh pasukan khusus serta "infanteri konvensional".
Laporan itu menyebut belum jelas apakah Trump akan menyetujui seluruh, sebagian, atau tidak satu pun dari rencana Pentagon tersebut.
Laporan ini muncul saat militer AS mengumumkan kedatangan 3.500 personel dari 31st Marine Expeditionary Unit ke kawasan Timur Tengah di saat perang dengan Iran belum menunjukkan tanda-tanda bakal mereda.
Padahal, di satu sisi, Trump mengeklaim AS-Iran tengah berupaya ke jalan perundingan dengan menuturkan Teheran menunjukkan sinyal positif. Namun, hal itu kembali dibantah Iran yang masih mentah-mentah menolak rujuk dengan AS.
Sementara itu, dikutip Al Jazeera, Trump kembali menyerukan agar Iran menerima kekalahan dan mengancam akan "melepaskan neraka" terhadap negara tersebut jika terus memblokir Selat Hormuz.
Peta Kekuatan Iran vs AS
Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) disebut salah satu kekuatan darat terkuat dan tercanggih di dunia, dengan lebih dari 450.000 personel aktif, 325.000 Garda Nasional, dan 175.000 cadangan.
Mereka didukung oleh ribuan tank, kendaraan lapis baja, artileri berat, dan teknologi senjata paling mutakhir, menjadikannya kekuatan darat utama yang beroperasi.
Jenderal David Petraeus (purnawirawan tentara AS) dan Michael E. O'Hanlon, menulis di laman brookings.edu, kekuatan militer AS
"Karena pengeluaran pertahanan AS tiga kali lebih besar daripada pesaing terdekat Amerika Serikat, China , dan mencakup sekitar sepertiga dari seluruh pengeluaran militer global-dengan sepertiga lainnya berasal dari sekutu dan mitra AS."
Sementara kekuatan pasukan darat Iran didukung oleh sekitar 610.000 personel aktif.
Ini termasuk sekitar 350.000 pasukan di angkatan darat reguler dan sekitar 190.000 anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kekuatan paralel yang kuat yang bertanggung jawab atas rudal, drone, dan operasi regional.
Dikutip dari Anadolu Agency, rincian tersebut juga mencakup hampir 18.000 personel di angkatan laut, 37.000 di angkatan udara, dan sekitar 15.000 di unit pertahanan udara, sementara pasukan gendarmerie dan paramiliter berjumlah sekitar 40.000.
Selain itu, Iran diyakini memiliki sekitar 350.000 pasukan cadangan, yang meliputi veteran tentara dan pasukan sukarelawan.
Menurut indeks Global Firepower, Iran termasuk dalam 20 militer terkuat di dunia dalam hal personel, peralatan, dan kapasitas logistik.
(imf/rds)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2
















































